LOGINCinta yang di mulai dengan kesalah pahaman yang berubah menjadi cinta sejati yang tak pernah di sangka2 seorang gadis desa bisa dicintai secara ugal-ugalan oleh sang CEO
View MorePagi itu, matahari baru saja menyingsing, menyinari gedung-gedung tinggi ibukota. Di sebuah kompleks perumahan eksklusif, sebuah mobil sedan mewah warna hitam mengkilap sudah siap menanti di halaman depan.
Niko Adhitama, pria berusia 27 tahun, melangkah keluar dari pintu utama rumahnya. Penampilannya sempurna tanpa cela. Setelan jas mahal yang pas di badan, rambut disisir rapi, dan wajah rupawan yang membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana. Ia adalah CEO muda yang sukses, pemimpin dari kerajaan bisnis properti terbesar di negeri ini. "Pak Niko, mobil sudah siap," sapa Pak Budi, supir pribadinya, dengan nada hormat. "Terima kasih, Pak Budi," jawab Niko singkat dan datar. Wajahnya tampak dingin, serius, dan tak tersentuh. Ekspresi itulah yang membuat semua orang di kantor segan, bahkan takut padanya. Niko masuk ke dalam kabin mobil yang nyaman dan kedap suara. Ia menyandarkan punggungnya, menutup mata sejenak. Di luar sana, semua orang mengaguminya. Mereka mengira hidup Niko penuh kemewahan, pesta, dan kebahagiaan. Namun, hanya Niko dan Tuhan yang tahu betapa hampa dan sepinya hidupnya. Uang, kekuasaan, ketampanan? Ia punya semuanya. Tapi hati? Rasanya sudah lama mati rasa. Niko tumbuh menjadi pria yang workaholic. Dunianya hanya soal angka, kontrak, dan meeting. Ia tak pernah peduli dengan urusan asmara. Bagi Niko, wanita hanyalah penghias yang datang dan pergi, atau mereka yang mendekat hanya karena harta dan namanya. Ia sudah muak dengan kepura-puraan dunia metropolitan yang penuh tipu daya. Hidupnya berjalan monoton dan membosankan. Setiap pagi naik mobil ini, setiap sore pulang ke rumah besar yang sunyi. Hingga suatu hari, sebuah kejadian tak terduga memaksanya harus pulang ke kampung halaman, ke desa kecil tempat ia dibesarkan dulu. Di sanalah, di tengah sawah yang hijau dan udara yang sejuk, takdir mempertemukannya dengan seseorang. Seseorang yang sama sekali berbeda dengan wanita-wanita yang biasa ia temui di kota. Niko membuka matanya, menatap pantulan wajahnya di kaca jendela mobil yang sedang melaju kencang. Ia tersenyum tipis, sebuah senyum yang sangat jarang ia tampi Perjalanan menuju desa terasa jauh dan berliku. Mobil mewah yang biasa meluncur mulus di jalan tol Jakarta, kini harus perlahan menelusuri jalanan desa yang berbatu dan berdebu. Pemandangan gedung pencakar langit perlahan berganti dengan hamparan sawah hijau dan pohon-pohon besar yang rindang. Udara terasa jauh lebih segar dan sejuk dibanding polusi kota. Niko menurunkan kaca jendela mobilnya, membiarkan angin menerpa wajahnya. Matanya mengamati sekeliling dengan tatapan mendalam. Sudah bertahun-tahun ia tidak pulang. Desa ini tidak banyak berubah, masih sama tenang dan asri seperti yang ia ingat semasa kecil. "Pak Budi, berhenti sebentar di sini," perintah Niko saat mobil melewati sebuah area tanah luas yang kosong dan ditumbuhi rumput liar. Mobil pun berhenti. Niko turun, menyesuaikan dasi jasnya yang sedikit berantakan. Ia berjalan mendekat ke tengah area tersebut. Di sudut sana, masih terlihat sisa-sisa pondasi batu bata yang mulai tertutup ilalang. Itu adalah bekas rumah tua tempat ia dulu tinggal bersama orang tuanya sebelum akhirnya pindah ke kota besar. Niko memandang sekeliling dengan tatapan tajam seorang pengusaha. Lokasi ini sangat strategis. Berada di dataran tinggi, pemandangannya indah, dan udaranya sejuk. Sempurna untuk dikembangkan menjadi resor mewah, vila-vila elit, atau pusat bisnis modern. "Ini akan menjadi proyek terbaruku," gumam Niko pada dirinya sendiri, tangannya terlipat di depan dada. "Akan aku bangun perusahaan cabang di sini, sekaligus kompleks properti modern. Desa ini punya potensi besar untuk maju." Rencananya matang di kepalanya. Ia akan membeli tanah ini, meratakannya, dan mengubah wajah desa ini menjadi lebih modern dan berkelas. Sebagai CEO handal, Niko terbiasa mengambil keputusan besar dengan cepat dan tegas. Baginya, lahan kosong ini hanyalah aset bisnis yang harus diolah agar menghasilkan keuntungan. Namun, Niko belum sadar. Bahwa kedatangannya kali ini bukan hanya soal uang, proyek, dan perluasan bisnis. Di balik rencananya yang ambisius itu, takdir sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar. Sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan tidak bisa diatur oleh strategi bisnis manapun. Di tempat ini, di tanah kelahirannya sendiri, Niko Adhitama yang sombong dan dingin akan segera bertemu dengan seseorang yang akan meruntuhkan tembok tinggi yang selama ini ia bangun di sekitar hatinya. Seseorang yang akan mengubah pandangannya tentang hidup... dan cinta.Pesta yang penuh kemewahan, kehangatan, dan perhatian luar biasa itu akhirnya pun berakhir. Para tamu satu per satu mulai berpamitan dan pulang, meninggalkan ruangan yang tadinya riuh penuh tawa dan percakapan, perlahan menjadi sepi kembali. Laras pun akhirnya diantar pulang oleh James dengan penuh kehati-hatian, hatinya masih terasa hangat dan dipenuhi perasaan bahagia yang sulit diungkapkan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa malam yang begitu indah itu ternyata justru menjadi pemicu semakin membakar api kebencian di hati dua wanita yang diam-diam mengawasinya dari kejauhan. Tak lama setelah pesta usai, tepat keesokan harinya, Felly dan Ina sepakat untuk bertemu di sebuah kafe tenang yang letaknya agak terpencil, jauh dari pusat keramaian agar pembicaraan mereka tidak diketahui oleh siapa pun. Tempat itu dipilih dengan sangat hati-hati—suasananya sepi, dikelilingi tanaman hijau, dan tidak ada orang asing yang bisa menguping apa yang akan mereka bicarakan. Begitu duduk
Sejak Laras melangkah turun dan menginjakkan kakinya di lantai dasar ruangan pesta itu, tak pernah sekalipun tatapan kedua pria itu terlepas darinya. Baik James maupun Niko seolah lupa akan keberadaan orang lain di sekeliling mereka—seluruh perhatian, seluruh pikiran, hingga setiap gerak mata mereka sepenuhnya tercurah hanya untuk Laras. Persaingan diam-diam di antara keduanya semakin terasa nyata, bukan lagi sekadar terlihat dari tatapan tajam yang saling bertaut, melainkan mulai tampak nyata lewat perbuatan-perbuatan penuh perhatian yang terus-menerus mereka tunjukkan, seolah berlomba-lomba membuktikan siapa yang paling sanggup melindungi, merawat, dan membuat wanita itu merasa menjadi orang paling istimewa malam ini. Tak lama setelah Laras duduk di salah satu meja yang telah disediakan, Niko lah yang pertama kali bergerak mendahului. Dengan langkah tenang namun cepat, ia berjalan menuju meja prasmanan yang dipenuhi beragam hidangan mewah—mulai dari hidangan pembuka yang
Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya pun tiba. Suasana di dalam gedung hotel bintang lima tempat pesta berlangsung sudah terasa begitu meriah dan megah. Lampu gantung kristal yang besar berkilau memancarkan cahaya keemasan ke seluruh penjuru ruangan, musik orkestra yang lembut mengalun pelan mengisi keheningan, dan aroma bunga-bunga segar yang menghiasi setiap sudut ruangan menciptakan suasana yang sungguh istimewa. Hampir seluruh tamu undangan yang terdiri dari para pengusaha ternama, pejabat tinggi, serta tokoh masyarakat sudah hadir dan berbaur satu sama lain, saling menyapa, bercengkerama, atau sekadar menikmati jamuan yang tersaji. Hanya tersisa beberapa orang yang belum tiba, sehingga semua orang masih menanti dengan penuh rasa penasaran. Sementara itu, di salah satu kamar mewah di lantai atas gedung itu, Laras sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersiap-siap. Sejak pagi tadi, ia sudah menata segalanya dengan sangat teliti, tanpa meninggalkan satu pun celah
Setelah rangkaian acara presentasi berakhir dan semua peserta mulai bersiap untuk pulang, panitia acara membagikan sebuah amplop elegan berwarna emas kepada setiap perwakilan perusahaan dan tamu penting yang hadir hari itu. Amplop itu terlihat mewah dengan logo perusahaan penyelenggara tercetak indah di bagian depannya. Laras menerima amplop itu dengan rasa penasaran, lalu membukanya perlahan. Ternyata isinya adalah undangan resmi untuk menghadiri pesta makan malam dan jamuan kehormatan yang akan diadakan dua hari ke depan. Pesta tersebut diselenggarakan oleh salah satu pengusaha ternama yang juga menjadi penasihat dalam proyek besar ini, sebagai bentuk apresiasi bagi semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi. Dalam tulisan undangan disebutkan bahwa acara ini akan diadakan di salah satu hotel bintang lima paling megah di kota, dengan dress code black tie yang sangat formal dan eksklusif. Laras membaca tulisan itu berulang kali, menyadari bahwa ini b






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.