"Kak Meli nggak mungkin gitu, dia tidak sepertimu," celetuk Lidia.Perhatian Anya langsung beralih kepada Lidia. Dengan raut wajah yang seketika berubah sedih, ia membalas, "Lidia, apa salahku padamu? Kok kamu judesin aku terus.""Berhentilah berakting. Kita tidak sedang bermain film," timpal Lidia dengan nada mencibir.Merasa tak mampu membalas perkataan Lidia, Anya lantas menggoyang pelan lengan berotot Reno, seolah meminta pria berkulit pucat itu membelanya.Dan benar saja, Reno langsung membela Anya. Ia menegur sikap Lidia yang dinilainya tidak sopan kepada orang yang lebih tua. Terlebih lagi, wanita yang dicibir adiknya itu merupakan teman dekat sang kakak.Menyadari suasana di meja makan mulai memanas, Qiqi segera mengambil alih. Ia tertawa kecil, lalu berkata, "Lidia... Kak Reno setia kawan. Jadi wajar membela Kak Anya."Lidia tersenyum ke arah Qiqi. "Iya juga ya...."Anya mengepalkan kedua tangannya. Namun, pada
อ่านเพิ่มเติม