"Mengambil alih seluruh bisnis bukan hal yang mudah. Kamu yakin?" tanya paman Reno yang telah ditunjuk Tuan Zilo untuk menggantikannya kelak."Paman, maaf. Kekuasaan yang menantimu, aku juga menginginkannya," balas Reno tanpa gentar.Bukannya marah atau tersinggung, sang paman justru menyambut semangat membara Reno dengan penuh suka cita. Ia mengaku bangga melihat Reno yang menurutnya mulai menunjukkan kedewasaan.Deheman Tuan Zilo sontak menarik perhatian semua orang di meja makan."Reno, aku harap omonganmu tak hanya sekadar ocehan belaka," kata Tuan Zilo.Dengan wajah yang super serius, Reno membalas, "Ayah, para paman. Mohon bimbingannya."***Waktu berlalu tanpa terasa.Pertemananku dengan Airin semakin lengket. Kami sering menghabiskan waktu bersama saat sedang luang. Saking dekatnya, sampai beredar rumor bahwa kami sedang berkencan. Gosip tidak penting itu sama sekali tidak mengganggu kami.Suatu malam, aku menemani Airin di laboratorium. Sambil memperhatikannya melakukan penel
Leer más