Share

Bab. 128. Max, Pelindung Sarah

Author: Kurnia
last update publish date: 2026-09-09 19:23:09

Nyonya Mayun membuat laporan kepolisian. Ia ingin semua pelaku dihukum mati. Jika hukuman tersebut tidak memungkinkan, setidaknya mereka harus menerima hukuman seberat-beratnya, sama seperti putranya yang kini harus menanggung akibat dari eksperimen tersebut.

Kasus itu akhirnya sampai ke telinga Sarah.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, Sarah mendatangi para pelaku yang sedang ditahan untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.

Begitu melihat Sarah, mereka langsung memohon serta meminta Sarah mengel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 131. Adik Ipar Lebih Menggoda

    Hembusan angin pantai menerpa tubuh Nyonya Mayun yang tengah menunggu seseorang di depan sebuah kafe di pesisir pantai. Suara deburan ombak terdengar samar, berpadu dengan suasana siang yang cukup tenang.Tak berselang lama setelah ia duduk, Deria muncul seorang diri dengan membawa sebuah map plastik."Padahal kita tinggal serumah, ngapain kamu ngajak bertemu di sini?" sungut Nyonya Mayun, menyambut kedatangan Deria.Dengan senyum misterius yang menggoda, Deria menjawab, "Hari ini aku bawa hadiah spesial untukmu, Nyonya."Nyonya Mayun mengernyitkan dahi. Rasa penasaran mulai merasukinya.Deria segera mengeluarkan seluruh dokumen penting dari dalam map, lalu membentangkannya di hadapan Nyonya Mayun."Tolong Nyonya baca baik-baik. Semua dokumen ini berisi pengalihan saham Go Tekstil sebesar dua puluh persen," kata Deria sembari menunjuk beberapa lembar kertas.Nyonya Mayun memperhatikan Deria yang sedang menjelaskan isi do

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 130. Kasus Beni Resmi Ditutup

    "Jika wanita yang aku sukai adalah tunangan Tuan Herlan, bagaimana? Boleh kubawa dia pergi?" lontar Max, sengaja memancing reaksi Arlo.Arlo tetap memasang ekspresi datar. Berbeda dengannya, Tuan Zilo justru tersenyum sinis. Ia jelas tidak menyukai keberanian Max yang kurang ajar."Silakan. Kamu boleh membawanya pergi," balas Tuan Zilo dengan tenang. "Di negeri ini, banyak bangsawan, putri konglomerat yang ingin menjadi Nyonya Herlan," imbuhnya.Ucapan itu terdengar sederhana, tetapi semakin meninggikan posisi Arlo yang sejak awal memang sudah berada di tempat yang terlalu tinggi untuk disentuh Max.Raut wajah Max berubah kesal. Setiap kali ia berusaha menyudutkan Arlo selalu ada Tuan Zilo yang membalas dengan kalimat tajam. Seakan Tuan Zilo sengaja memastikan tidak ada satu pun penghinaan Max yang berhasil mengenai Arlo.Dan yang paling membuat Max jengkel adalah Arlo yang sejak tadi diam dengan wajah yang tetap tenang, tatapan yang ding

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 129. Pertemuan Menegangkan

    Aku tersenyum geli. Sejak kapan aku memiliki anak yang usianya bahkan lebih tua dariku?Lagipula, setelah menggugurkan bayiku di usia muda, aku berencana membuang rahimku. Menurutku, wanita sepertiku tidak pantas melahirkan, apalagi menjadi seorang ibu.Sebuah toelan ringan di hidungku menarikku kembali dari lamunan.Meli menatapku sambil tersenyum. "Tuan putri mikirin apa? Ayo kita pulang. Tuan Arlo sudah menunggumu di kediaman keluarga Herlan."Meli menggenggam pergelangan tanganku dan hendak membawaku masuk ke dalam mobil. Namun, aku segera menahannya."Kenapa di kediaman keluarga Herlan? Tempat itu, tak sembarangan orang bisa masuk," kataku bingung."Kamu bukan orang sembarangan bagi Tuan Arlo. Jangan mengelak terus."Meli langsung memaksaku masuk ke dalam mobil sebelum aku sempat membantah lagi.Aku hanya bisa pasrah dan membiarkannya membawaku pergi.Sesampainya di salah satu mansion milik keluarga Herlan, aku langsung disambut oleh banyak pelayan. Mereka bahkan memanggilku tuan

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 128. Max, Pelindung Sarah

    Nyonya Mayun membuat laporan kepolisian. Ia ingin semua pelaku dihukum mati. Jika hukuman tersebut tidak memungkinkan, setidaknya mereka harus menerima hukuman seberat-beratnya, sama seperti putranya yang kini harus menanggung akibat dari eksperimen tersebut.Kasus itu akhirnya sampai ke telinga Sarah.Tanpa sepengetahuan siapa pun, Sarah mendatangi para pelaku yang sedang ditahan untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.Begitu melihat Sarah, mereka langsung memohon serta meminta Sarah mengeluarkan surat izin eksperimen agar mereka terbebas dari tuduhan melakukan praktik medis ilegal."Tenangkan diri kalian. Aku akan melakukannya. Tapi, sebelum surat izin keluar, jangan sampai kalian menyebut namaku. Mengerti?"Walau masih diliputi keraguan, mereka tetap menganggukkan kepala."Jika kalian berani menyebut namaku, tak hanya kehilangan nyawa, keluarga kalian pun akan aku kejar."Setelah melontarkan ancaman tersebut, Sarah berbalik dan pergi.Apakah Sarah benar-benar akan menyelamatkan

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 127. Beni Cacat?

    Alih-alih membawa Beni ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Arlo justru mengantarnya ke sebuah hotel mewah, tempat Sarah tinggal."Kamar presiden," kata Arlo, saat mobil berhenti di halaman hotel. "Masuklah sendiri. Aku akan menunggumu di sini.""Kenapa kamu nggak ikut? Nanti kalau Sarah macam-macam, gimana?" Beni tampak cemas."Sarah tidak akan berani. Katakan saja ada aku yang menunggumu," ucap Arlo, menenangkan Beni. "Kemarahanmu padanya, luapkan tanpa sisa. Maki dan marahi adikmu yang kurang ajar itu."Perkataan Arlo membuat Beni kembali percaya diri. Ia pun melangkah menuju kamar Sarah dengan amarah yang masih membara.Sesampainya di depan pintu, Beni langsung menggedornya dengan keras hingga pintu tersebut terbuka dan menampilkan sosok Sarah.Tanpa peringatan, Beni langsung mencekik leher Sarah menggunakan kedua tangannya, lalu mendorong adiknya masuk ke dalam kamar.Sarah yang luar biasa panik segera menendang perut Beni sekuat tenaga hingga cekikan lelaki itu terlepas d

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 126. Pertolongan Dari Arlo

    Aku terbangun di tengah malam karena suara notifikasi dari ponsel Arlo yang kuletakkan di dekat bantal. Dengan separuh nyawa, aku meraih ponsel itu dan memeriksa layarnya. Mataku langsung terbuka lebar saat membaca pesan dari Beni.Aku bingung. Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia sampai meminta tolong? Lantas, akun siapa yang dia gunakan untuk mengirim pesan?Rasa penasaranku mengalahkan rasa kantuk. Aku segera bangkit dari rebahan, lalu, membangunkan Arlo dengan menggoyang-goyangkan lengan kekarnya."Sayang...." Suaranya terdengar parau dan berat."Kak Arlo, aku mau minta tolong, boleh?" pintaku.Arlo mengulurkan sebelah tangannya. Ia menyentuh tengkukku, lalu menarikku mendekat hingga bibir kami bertemu dan saling menaut.Arlo mengakhiri ciumannya setelah puas membuat bibirku terasa bengkak dan lidahku sedikit perih."Kak Arlo, nanti kalau dilihat Kak Reno dan Kak Daniel, gimana?" Wajahku menghangat. Aku menyentuh bibirku sendiri.Arlo tersenyum lembut. "Kamu tidak perlu meminta ba

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 05. Aldo, Kamu Yang Memulai!

    "Kalau mau bunuh orang, jangan di tempat terbuka. Dasar bodoh!" bentak Reno. Suara baritonnya menggema di lorong yang sepi. Otot-otot di lengan Reno menegang, rahangnya mengeras. Ia melangkah maju, bersiap melayangkan tendangan ke perut Aldo yang masih meringkuk di lantai. Melihat situasi yang bi

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 04. Goodbye, Bella!

    Arlo meraih ponselku dengan gerakan tenang. Jari jempolnya menggeser layar, membaca satu per satu fitnah yang disebar oleh Bella.Tidak ada perubahan drastis di wajahnya, tetapi rahangnya yang menegang dan otot lehernya yang mengeras menjadi bukti nyata bahwa ia menahan amarah."Ini perbuatan Bella

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 03. Aku Beri Tiga Permintaan

    Cahaya matahari pagi belum sepenuhnya menembus tirai kamar asrama, tetapi rentetan getaran dari ponselku sukses menghancurkan sisa tidurku.Dengan kelopak mata yang masih terasa berat, aku meraba nakas. Layar ponselku menyala terang, menampilkan puluhan notifikasi pesan masuk dari nomor-nomor tak d

  • Gadis yang Mempermainkan Para Penguasa Kampus   Bab. 02. Kue Manis Dari Bella!

    Arlo langsung melesat ke depanku, tangannya meraih daguku dengan cepat. Matanya memancarkan kekhawatiran yang jarang terlihat. Jempolnya menekan lembut rahangku, memaksa mulutku terbuka untuk memeriksa lukanya. Darah segar merembes dari sela-sela gigiku. Di lantai, Reno memungut pecahan kue basah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status