Aku bingung, kenapa tiba-tiba Arlo ingin menginap di sini? Kamar VIP rumah sakit ini memang mewah, bahkan tak kalah dari hotel bintang lima. Ada dapur kecil dan kamar khusus untuk keluarga pasien.Namun, tetap saja, aku tidak mengerti kenapa seorang pria seperti Arlo yang memiliki banyak apartemen, memilih tidur dan menghabiskan malamnya di rumah sakit.“Tuan Arlo... Mau menginap? Boleh!” Ella menyerobot. “Tuan bisa tidur bareng Kak Kean!” serunya girang.Arlo menoleh ke arah Ella. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang terasa dipaksakan.“Terima kasih, Ella,” ucapnya, datar.Aneh sekali....Waktu berlalu, malam semakin larut, Ella yang tidak kuat menahan kantuk, memutuskan untuk pergi tidur lebih dulu. Dia masuk ke dalam kamarnya, lalu menguncinya dari dalam.Kini, tinggal kami berdua di ruang santai. Suasana sunyi nan canggung menyelimuti kami.Entah mengapa, aku merasa diperhatikan oleh Arlo tan
Baca selengkapnya