"Kak Arlo? Cuma prank, 'kan?" tanya Qiqi, memastikan bahwa Arlo hanya sedang bercanda.Namun, Arlo menggeleng. Tatapannya menunjukkan bahwa ia benar-benar serius ingin menjadikan Qiqi, yang sedang menyamar sebagai laki-laki, sebagai kekasihnya."Kak Arlo... Aku nggak mau ngomongin itu di sini," ucap Qiqi sambil menundukkan kepala.Terdengar kekehan kecil dari Arlo yang membuat Qiqi mendongak bingung."Aku cuma iseng, Kean...."Perkataan itu seketika membuat Qiqi mengembuskan napas lega. "Syukurlah... Kupikir kakak belok," katanya, sembari mengelus dada."Aku normal kok. Tenang saja," ujar Arlo. "Habisnya, kamu lucu kalau lagi panik," imbuhnya, sebelum melepaskan pelukannya.Arlo kemudian menggandeng Qiqi dan menuntunnya ke tepi arena agar tidak menghalangi pengunjung lain."Oh ya, Kak. Kenapa belum kembali ke asrama? Masih banyak pekerjaan, kah?" tanya Qiqi, mencoba membuka obrolan lagi."Ya... Begitula
Baca selengkapnya