Tanpa henti, Qiqi membeberkan berbagai fakta mengenai hubungan ibunya dan Nyonya Gea di masa lalu. Ia ingin meluruskan seluruh kesalahpahaman yang selama ini menjadi akar dari kebencian Nyonya Gea.Qiqi mengembuskan napas panjang. "Sebenarnya, kamu sama seperti ibuku. Sama-sama mencintai pria ampas, dan mengizinkan mereka menyematkan nama keluarga," bebernya sambil memainkan untaian rambut Nyonya Gea."Tapi, ibuku nggak bodoh," tambah Qiqi, menoyor kepala Nyonya Gea.Qiqi berdiri. Ia berjalan memutari Nyonya Gea beberapa kali sebelum kembali berbicara, "Kamu pasti kesepian di sini. Tenang saja, aku... Punya banyak teman untukmu."Senyum di wajah Qiqi terus mengembang. Ia melangkah menuju pintu. Begitu tiba di ambang pintu, ia mencodongkan kepala, memberi isyarat kepada seseorang yang menunggu di luar agar masuk.Tak lama, saat Qiqi kembali berdiri di dekat Nyonya Gea, para pria berbadan gemuk dengan wajah yang jauh dari kata menarik memasuki ruangan satu per satu. Mereka kemudian berb
Read more