"Kamu masih perlu belajar," jawab Arlo seadanya. "Mengurus banyak bisnis raksasa tidak mudah," imbuhnya.Reno terdiam sejenak, mencerna setiap kata yang keluar dari mulut sahabatnya."Mandilah, setelah itu temui aku di ruang kerjaku."Reno mengangguk pelan. Setelah meletakkan kembali kotak pakan ke tempat semula, Reno berbalik dan melangkah meninggalkan Arlo. ***Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di sebuah taman bermain yang tak jauh dari apartemen Arlo, Qila menemui Mawar yang telah menunggunya cukup lama.Begitu melihat Qila datang, Mawar langsung menggerutu. Ia menyebut Qila sebagai si tukang telat."Maaf... Aku harus menarik uang tunai lebih dulu," kata Qila tanpa merasa bersalah.Alasan itu langsung diterima oleh Mawar, terlebih setelah uang tunai tersebut diserahkan kepadanya."Lain kali jangan diulangi lagi! Di sini banyak nyamuknya! Terus sepi! Kalau aku diculik gimana?" Mawar tetap prote
Read more