Matahari mulai meninggi, menandakan waktu kunjungan telah berakhir. Yuchen berdiri dari duduknya, merapikan jubah sutranya dengan gerakan elegan yang telah ia latih ribuan kali."Aku harus kembali ke Kementerian, Liying," pamit Yuchen dengan senyum lembut yang tak pernah lepas dari wajahnya. "Ayahku pasti sudah menunggu untuk mendiskusikan urusan istana. Ingat pesanku, istirahatlah yang cukup dan jangan memikirkan hal-hal yang berat."Liying ikut berdiri, menundukkan kepalanya dengan patuh. "Liying mengerti. Hati-hati di jalan, Kak Yuchen."Sang Tuan Muda berbalik dan melangkah keluar dari Paviliun Kaca Kusam dengan langkah yang terasa sangat ringan. Begitu ia melewati gerbang paviliun dan berjalan menyusuri jalan setapak taman yang sepi, senyum pahlawan penuh empati itu seketika luntur, digantikan oleh seringai arogan yang luar biasa merendahkan.Pelayan pribadinya, A-Gou, yang sedari tadi menunggunya di luar, segera menghampiri sambil membungkuk hormat. "Tuan Muda, bagaimana per
Read more