Warga Desa Cialas biasa memanggilnya Mang Ijum—pria lima puluh tahun, yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling di desa. Biasanya, Ijum berangkat menuju pasar untuk berbelanja sayur saat dini hari.Dia membawa dua keranjang yang terbuat dari bambu, dianyam berbentuk tabung lebar berdiameter lima puluh cm. Dia menggunakan bilah bambu untuk memikulnya, di depan dan belakang tubuhnya. Langkahnya ringan, melintasi jalan setapak di antara rimbun pohon rambutan dan kecapi. Semak belukar tampak basah oleh embun, melembapkan sandal karetnya yang sudah tipis.Ijum biasa ke pasar untuk membeli sayuran tertentu, yang tidak ditanam oleh para petani sayur di kaki gunung, untuk dijual kembali. Saat subuh, biasanya dia sudah sampai di pasar, lalu kembali ke desa dan mulai berkeliling—menjajakan dagangannya pada pukul 7 pagi. Kalau sampai siang dagangannya tak habis, dia menaruh sisa sayuran di warung Ipat, istrinya, yang akan melanjutkan penjualan, sed
Read more