Sore yang cerah di Desa Cialas. Suasana tenang desa mendadak dikejutkan oleh suara teriakan panik dan tangisan seorang perempuan dari salah satu sudut desa. Para tetangga yang mendengar langsung berhamburan keluar mencari sumber suara dan mereka mendapati Minah, salah satu warga, sedang memeluk Fajri, anak laki-lakinya, yang tergolek lemah di atas kasur. Tubuh bocah berusia tujuh tahun itu tampak memar di beberapa bagian, dan ada setetes darah mengalir dari lubang hidungnya. “Minah, Fajri kunaon?” tanya Euis, salah seorang tetangga, sambil berjalan cepat mendekati ibu dan anak itu. “Teu ngarti, Teh. Fajri tahu-tahu kayak gini waktu saya pulang tadi.” Minah menepuk-nepuk pipi sang putra, berusaha keras membangunkannya. Di tengah kepanikan, Abas, suami Minah, muncul dari balik pintu dapur. Pria bertubuh tinggi besar itu melangkah pelan menuju kamar yang kini sudah sesak oleh para tetangga. Ia menengok ke dalam. “Itu tadi si Fajri katanya jatuh waktu main di belakang. Terus dia
閱讀更多