Ghea dan Dini melipat tangan di dada dengan gurat wajah muak, sementara Fauzi dan Hadi beberapa kali membuang muka dengan helaan napas kesal. Mereka semua merasa diseret ke dalam pusaran masalah hukum, interogasi, dan sanksi adat, hanya karena nafsu sepasang kekasih tak tahu malu ini. "Kami... kami cuma mau cari angin segar, Pak," gumam Arman, suaranya bergetar, mencoba mencari alasan paling aman yang tersisa di kepalanya. "Cari angin segar sampai masuk ke dalam belukar pekat begini?" potong Aiptu Sumardi, nadanya datar namun menghunjam. "Jangan berbelit-belit, Dek Arman. Tim Inafis menemukan beberapa patahan ranting kering yang posisinya rebah, juga ... kain yang dijadikan alas di dekat gundukan tanah mayat ini. Kamu tahu kan, memberikan keterangan palsu dalam penyelidikan pembunuhan atau
Read more