"Mika..." Neona memiringkan kepalanya, memasang raut wajah penuh empati yang hangat. Tangannya mengusap jemari Mika yang dingin di atas meja. "Aku ngerti banget rasanya terkekang. Apalagi saudara laki-lakimu itu... jujur, karismanya luar biasa banget. Sosok seperti dia pasti gampang banget bikin orang terlindungi, tapi di saat yang sama, bikin siapapun yang di dekatnya jadi bergantung."Mika tersentak pelan. Kata bergantung menusuk tepat di ulu hatinya. Ia menggigit bibir bawahnya, hanya mampu mengangguk pelan."Tapi tahu gak, Mika?" Neona melanjutkan dengan nada membisik, seolah membagikan sebuah rahasia besar yang hanya boleh diketahui mereka berdua. "Pas dia marah dan natap aku tadi di kantin... alih-alih takut, aku justru kagum."Mika menoleh, menatap Neona dengan kening berkerut halus. "Kagum?""Iya," Neona tersenyum tipis, matanya berbinar halus seolah penuh kepolosankhawa. "Cowok tegas, protektif, dan punya aura sekuat Lisanders itu langka banget. Menurutku dia luar biasa keren
Magbasa pa