Sementara itu, saat Lisanders dan Mika mendekati area Liandra dan Elena, para tamu undangan memberikan jalan seraya berbisik kagum. Semua orang tahu, gadis di samping Lisanders bukan sekadar pendamping biasa—dialah calon ratu dari dinasti Van Padrisa."Kalian tampak sangat serasi, Nak," puji Elena hangat seraya memeluk Mika dan mengecup kedua pipinya. "Mommy sangat bangga pada kalian."Liandra menatap Lisanders lurus-lurus. Dua pria dengan kepribadian paling keras dan dingin di keluarga itu beradu pandang selama beberapa detik, sebelum akhirnya Liandra menepuk bahu kanan Lisanders dengan sangat kuat—sebuah pengakuan tulus dari seorang ayah kepada penerusnya."Perusahaan ini ada di tanganmu sekarang, Lisanders," kata Liandra dengan suara beratnya yang penuh otoritas. "Urus bisnis kita di luar. Dan seperti yang selalu kukatakan... lindungi keluargamu, terutama wanita di sampingmu itu."Lisanders menundukkan kepalanya tipis. "Baik, Dad. Tidak ada satu pun yang bisa menyentuh milikku."Di
Read more