Suasana di dalam ruang kerja pribadi Liandra terasa semakin mencekam. Udara seolah membeku, menyisakan deru napas berat yang sarat akan amarah yang ditahan. Baginya, waktu adalah segalanya, dan malam ini dia tidak berniat membuang satu detik pun untuk membiarkan sampah-sampah informasi itu terus beredar.Liandra membalikkan badannya dengan cepat, menatap tajam asisten pribadinya yang sejak tadi berdiri diam menunggu perintah selanjutnya dari sang tuan."Gabe," suara Liandra terdengar rendah, namun sarat akan intimidasi yang mutlak. "Tekan dua stasiun televisi sialan itu sekarang juga. Aku ingin berita tentangku hilang dalam hitungan menit! Setelah itu blacklist mereka dari jaringan pertelevisian nasional."Gabe menundukkan kepalanya, tangannya dengan sigap mencatat perintah di tablet digitalnya. "Baik, Tuan Muda. Bagaimana dengan media digital dan media sosial?""Bungkam semua akun gosip yang menyebarkan foto dan rekaman suara itu," potong Liandra cepat, matanya berkilat tajam. "Lacak
Read more