Beberapa hari ini hidup Aluna terasa lebih tenang dan damai tanpa kehadiran Tuan Kenzo. Aluna berharap jika Tuan Kenzo akan tinggal di Ibu Kota untuk selamanya dan tidak perlu kembali ke mansion jika perlu. Pagi hari yang cerah, setelah merenung cukup lama dengan berandai-andai nya, hidup tenang tanpa Tuan Kenzo. Akhirnya Aluna memutuskan untuk ke dapur menemui Bik Tutik yang ternyata sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya. Semenjak tidak ada Tuan Kenzo, Bik Tutik tidak membiarkan Aluna mengerjakan pekerjaan rumah apapun, semua Bik Tutik yang melakukan nya. Dia ingin melayani Aluna layaknya seperti Nyonya pada umumnya, meskipun awalnya Aluna menolak, tapi akhirnya dia hanya bisa pasrah tak kala Bik Tutik yang terus saja memaksanya. Namun, terkadang sesekali Aluna juga akan membantu sekedarnya saja untuk menemani perempuan paruh baya itu. "Bibi, kenapa Tuan Kenzo tidak tinggal dan menetap saja di ibu kota? Maksud ku, di sana kan ada perusahaan induk, bukankah akan lebih mudah
Magbasa pa