แชร์

27. Berkuda

ผู้เขียน: analisis.mataair
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-22 23:38:42

Kuda adalah makhluk peka yang dapat menangkap getaran emosi manusia di sekelilingnya. Mungkin karena sikap Aluna yang lembut dan penuh perhatian dia bisa menjinakkan kuda ditempat ayahnya bekerja dulu, bahkan kuda yang paling liar sekalipun.

Kembali ke kuda Andalusia milik Tuan Kenzo, Aluna kini berdiri di depan kuda perkasa yang diketahui bernama Luki itu. Karena kuda itu sangat tinggi membuat Aluna mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah mata kuda itu.

"Hallo tampan ... Apa kamu baik-bai
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   32. Bertemu Tanpa Duga

    Aluna duduk di ujung jalanan setapak itu, Dia menselonjorkan kakinya di bagian yang agak landai, lalu melihat lurus kedepan."Wahh... Di sini pemandangan nya indah sekali, aku bisa melihat hamparan hijau dan gunung-gunung itu yang sedang berdiri dengan tegak nya." Gumam Aluna yang sedang mengagumi keindahan alam semesta yang tengah di lihatnya. Sebuah keindahan alam yang tidak bisa dinikmati di tempat lain."Jika sore hari, pasti sunset akan terlihat begitu jelas di sini. Kapan-kapan aku akan ke sini saat sore hari." Monolog Aluna yang masih saja mengagumi apa yang tengah dipandanginya.Setelah merasa cukup, Aluna pun kembali ke mansion untuk beristirahat.Sorenya diapun kembali lagi ke tempat itu, kali ini bersama Luki untuk menaninya melihat sunset hingga cahaya hingga itu hilang dengan perlahan di balik pegunungan. Rasanya hati Aluna sedikit menghangat, di tengah-tengah masalah hidup yang sedang menghimpitnya.Selama beberapa hari kepergian Tuan Kenzo membuat Aluna lebih leluasa me

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   31

    "Mau di bawa kemana kuda-kudanya, Pak?" Tanya Aluna mendekat ke arah Pak Tomo yang baru keluar dari kandang kuda. "Cuma mau disikat bukunya Nyonya, agar tidak kusut." Jawab Pak Tomo dengan ramah. "Ehmm... Tapi aku ingin berkuda, apakah boleh?" Tanya Aluna dengan ragu-ragu, dia tak enak hati lantaran posisinya di mansion ini tak pernah di anggap oleh Tuan mereka. "Boleh Nyonya, silahkan. Apakah Anda ingin memakai Luki lagi?" Tanya lelaki yang hampir menginjak kepala 5 itu. "Memang boleh?" Tanya Aluna kembali memastikan, sambil melihat ke arah Kuda hitam yang sedang terlihat aktif itu."Tentu saja Nyonya. Bukankah Luki begitu patuh dengan Nyonya? Anda hanya perlu berhati-hati saja Nyonya." Pak Tomo kembali mengingatkan. Aluna pun menganggukkan kepalanya, dia mendekat ke arah kuda Andalusia itu. Aluna mengangkat tangan kanan nya perlahan, lalu menyentuh surai panjang milik Luki. Kuda Andalusia berwarna hitam itu mengendus sambil sesekali meringkik kecil, menyambut tangan Aluna yang

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   30. Berkuda Lagi

    Beberapa hari ini hidup Aluna terasa lebih tenang dan damai tanpa kehadiran Tuan Kenzo. Aluna berharap jika Tuan Kenzo akan tinggal di Ibu Kota untuk selamanya dan tidak perlu kembali ke mansion jika perlu. Pagi hari yang cerah, setelah merenung cukup lama dengan berandai-andai nya, hidup tenang tanpa Tuan Kenzo. Akhirnya Aluna memutuskan untuk ke dapur menemui Bik Tutik yang ternyata sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya. Semenjak tidak ada Tuan Kenzo, Bik Tutik tidak membiarkan Aluna mengerjakan pekerjaan rumah apapun, semua Bik Tutik yang melakukan nya. Dia ingin melayani Aluna layaknya seperti Nyonya pada umumnya, meskipun awalnya Aluna menolak, tapi akhirnya dia hanya bisa pasrah tak kala Bik Tutik yang terus saja memaksanya. Namun, terkadang sesekali Aluna juga akan membantu sekedarnya saja untuk menemani perempuan paruh baya itu. "Bibi, kenapa Tuan Kenzo tidak tinggal dan menetap saja di ibu kota? Maksud ku, di sana kan ada perusahaan induk, bukankah akan lebih mudah

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   29. Gadis yang Berbeda

    Di ibu kota negaraTuan Kenzo sedang memandangi berkas-berkas di hadapan nya, mengecek satu persatu sebelum ditandatangani nya. Sedangkan asisten nya menunggu dengan setia di ruaangan itu. Alih-alih duduk di kursi CEO, Tuan Kenzo justru duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sesekali tatapan nya tampak serius dan gerakan nya berhenti. Memandang dengan begitu serius sebelum akhirnya membumbukan tanda tangan di lembar itu.Setengaj jam kemudian, akhirnya Tuan Kenzo meletakkan semua dokumen dan bolpoin di tangan nya. Tubuhnya sedikit bersandar pada sofa , dengan penampilan yang sedikit berbeda. Sebuah set jam hitam dengan kemeja putih di dalam nya, dimana bagian kerah tampak terlihat dengan jas yang terbuka, dan jangan lupakan sebuah dasi hitam yang melengkapi penampilan nya. "Mana Direktur Hendrik?" Tanya Tuan Kenzo memecahkan keheningan di dalam ruangan itu. "Masih memimpin rapat bersama para manager Tuan." Jelas sang asisten. "Hemmm... "Direktur Hendrik adalah orang kepercayaan T

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   28. Pernikahan Formalitas

    Aluna yang sudah kelelahan setelah berkuda, akhirnya memutuskan untuk segera beristirahat. Namun sebelum itu dia menyempatkan diri untuk makan malam, selain perutnya sudah lapar, dia juga ingin mencoba masakan yang Bik Tutik masak tadi sore.Sebelum menuju meja makan, Aluna berganti pakaian dengan piyama tidur miliknya. Dia duduk manis di atas kursi bar favoritnya dengan Bik Tutik yang tengah sibuk di area dapur menyiapkan makanan yang Aluna inginkan."Cepat sekali Nyonya memakai piyamanya? Ini masih pukul tujuh malam." Kata Bik Tutik sembari membalik roti panggang pesanan Aluna."Biar habis makan nanti, bisa langsung tidur Bik. Oh iya Bik apa Tuan Kenzo belum punya anak dengan Nyonya Laras?" Tanya Aluna yang benar-benar tampak penasaran."Tidak ada Nyonya.""Kenapa Bik?"Bik Tutik memegang panggangan lalu memindahkan roti bakar milik Aluna ke atas piring saji."Mungkin suatu hari Nyonya muda uang akan memberikan anak untuk Tuan." Ujar Bik Tutik dengan senyum yang mengembang."Astaga

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   27. Berkuda

    Kuda adalah makhluk peka yang dapat menangkap getaran emosi manusia di sekelilingnya. Mungkin karena sikap Aluna yang lembut dan penuh perhatian dia bisa menjinakkan kuda ditempat ayahnya bekerja dulu, bahkan kuda yang paling liar sekalipun.Kembali ke kuda Andalusia milik Tuan Kenzo, Aluna kini berdiri di depan kuda perkasa yang diketahui bernama Luki itu. Karena kuda itu sangat tinggi membuat Aluna mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah mata kuda itu."Hallo tampan ... Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aluna dengan begitu lembut, seolah dirinya sedang bicara dengan manusia. Jangan lupakan senyum manis yang Aluna berikan kepada kuda yang masih meringkik itu."Ayo tenanglah ... Aku tidak akan menyakitimu, aku di sini hanya ingin menyapamu saja. Namaku Aluna, aku dengar namamu Luki kan? Luki apakah kita bisa berteman?" Aluna mengelus kepala kuda itu dan mengulurkan tangan nya untuk menyentuh wajah kuda hitam itu.Luki, kuda hitam itu mengendus tangan Aluna, seolah sedang ingin mema

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   24. Lelaki Kaku

    "Biarkan saja!" Kata Tuan Kenzo memotong ucapan Bik Tutik sambil berjalan melewati wanita tua itu. "Hah? Biarkan saja? Apa aku tidak salah dengar?" Ulang Bik Tutik saat Tuan Kenzo sudah pergi. Bik Tutik bahkan sampai mengetuk pelipisnya sendiri untuk memastikan kalau dirinya tidak salah dengar.

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   23. Kolam Air Hangat

    Dinding yang mengitari area kolam itu, tampak terbuat dari batu alam yang sangat alami. Aluna sudah bisa melihat keindahan dari balik kaca yang tampak mengembun itu. Begitu pintu di geser dan menampakkan keindahan buatan yang membuat Aluna takjub. "Woooowww...! Ini indah sekali Bi." Seru Aluna, be

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   22. Taman Rahasia

    Tuan Kenzo tampak semakin marah tak terkendali, namun alih-alih melampiaskan nya pada Aluna dan menghukum gadis itu, Tuan Kenzo justru berdiri dari duduknya dan kembali pergi meninggal kan mansion itu dengan wajah nya yang sangar namun tak bisa Aluna tebak akan sikap Tuan Kenzo yang tak terbaca itu

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   21. Perasaan Tidak Suka

    "Kenapa kamu datang tidak memberi tahu ku terlebih dahulu hah? Ayo Lun sini turun!" Ajak Daffa pada Aluna saat menyapa tamunya yang sudah duduk di ruang tamu megah itu. "Apa aku harus melapor setiap ingin menemuimu?" Tanya lelaki yang duduk dengan angkuhnya itu. "Ah tidak juga... Sudahlah, bicara

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status