Bab 284 — HarapanCahaya baru.Kenangan Ketiga — SeleneMalam hari. Kamar panti.Helios kecil duduk di pinggir kasur. Seluruh tubuhnya BABAK BELUR. Lebam di lengan. Lecet di lutut. Luka di telapak tangan.Hari ini dia latihan terlalu keras. Jatuh berkali-kali. Pedang kayunya menghantam tangannya sendiri dua kali.Dia meringis saat menggerakkan jari."Jangan digerakkan."Selene kecil berdiri di depannya. Rambut panjang. Mata lembut. Boneka kelinci — Luna — diselipkan di ketiak kiri. Tangan kanannya memegang kotak P3K lusuh dari lemari panti."Sini, biar aku obatin.""Nggak usah, Selene. Cuma luka kecil—""DUDUK."Helios duduk.Selene membuka kotak P3K. Alkohol, kapas, perban. Tangannya — untuk anak seusia mereka — TELITI. Hati-hati.Alkohol menyentuh luka."SSSHH—""Tahan.""Perih...""Kalau nggak diobatin, infeksi. Kalau infeksi, nggak bisa latihan besok. Mau?""...Nggak.""Ya sudah tahan."Selene membersihkan setiap luka. Satu per satu. Perbannya dililitkan rapi — lebih rapi dari yan
Read more