Share

Bab 285 — Bertemu

Author: R.yan
last update publish date: 2026-09-24 22:38:37

Bab 285 — Bertemu

Kenangan Keenam — Akademi Kerajaan. Tujuh Tahun Lalu.

Helios berdiri di barisan calon ksatria. Umur dua puluh tahun. Tubuh tegap. Iris mata merah. Rambut emas menyala di bawah matahari.

Di tribun kehormatan — Raja Aldric duduk. Mahkota emas. Jubah merah tua. Wajah yang sudah dimakan waktu dan penyesalan.

Mata Raja menyapu barisan calon.

Lalu BERHENTI.

Pada satu wajah.

Jantungnya berdegup. Tangannya mencengkeram sandaran takhta.

Mata itu. Rambut itu. Garis rahang itu.

"...Sora?
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 286 — Kebencian

    Bab 286 — KebencianKenangan itu retak.Seperti kaca yang dipukul dari dalam. Amanda kecil yang memeluk kakinya — senyumnya — gaun putihnya — semuanya PECAH menjadi serpihan cahaya.Dan suara itu masuk."Mereka mengambil dua puluh tahunmu."Aldhelm."Jangan lupa itu."Helios dewasa menutup mata."Tidak..."Serpihan cahaya berubah. Membentuk kenangan lain.Aula istana. Megah. Dingin.Raja Aldric berlutut di hadapannya.Seorang RAJA — berlutut."Kau anakku, Helios. Darah dagingku."Kata-kata itu seharusnya membuatnya bahagia. Seharusnya menjawab semua pertanyaan yang dia simpan sejak kecil di panti asuhan. Siapa orang tuanya. Kenapa dia ditinggalkan.Tapi yang datang bukan kebahagiaan.Yang datang adalah RASA SAKIT.Dua puluh tahun.Dua puluh tahun aku hidup tanpa tahu.Kenangan itu pecah.Digantikan yang lain.Aldhelm berdiri di hadapannya. Jubah hitam. Senyum tipis."Aku yang membunuh ibumu, Helios.""Malam itu. Saat kau masih bayi.""Dia melawan. Tapi tidak cukup kuat."Helios merasa

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 285 — Bertemu

    Bab 285 — BertemuKenangan Keenam — Akademi Kerajaan. Tujuh Tahun Lalu.Helios berdiri di barisan calon ksatria. Umur dua puluh tahun. Tubuh tegap. Iris mata merah. Rambut emas menyala di bawah matahari.Di tribun kehormatan — Raja Aldric duduk. Mahkota emas. Jubah merah tua. Wajah yang sudah dimakan waktu dan penyesalan.Mata Raja menyapu barisan calon.Lalu BERHENTI.Pada satu wajah.Jantungnya berdegup. Tangannya mencengkeram sandaran takhta.Mata itu. Rambut itu. Garis rahang itu."...Sora?"Bukan. Bukan istrinya. Istrinya sudah meninggal. Dua puluh tahun lalu.Tapi wajah itu — SAMA.Raja berdiri dari takhtanya. Seluruh tribun berbisik.Dia turun. Satu anak tangga. Dua. Tiga.Pengawal bergerak mengikuti. Raja mengangkat tangan — mundur.Dia berjalan menuju barisan. Berdiri di depan Helios."Siapa namamu?"Helios menatapnya datar."Helios.""Siapa ibumu?"Hening."Sora.""Siapa ayahmu?""Tidak punya."Raja menatap wajah itu. Setiap garis. Setiap lekuk.Air matanya jatuh."Kamu... p

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 284 — Harapan

    Bab 284 — HarapanCahaya baru.Kenangan Ketiga — SeleneMalam hari. Kamar panti.Helios kecil duduk di pinggir kasur. Seluruh tubuhnya BABAK BELUR. Lebam di lengan. Lecet di lutut. Luka di telapak tangan.Hari ini dia latihan terlalu keras. Jatuh berkali-kali. Pedang kayunya menghantam tangannya sendiri dua kali.Dia meringis saat menggerakkan jari."Jangan digerakkan."Selene kecil berdiri di depannya. Rambut panjang. Mata lembut. Boneka kelinci — Luna — diselipkan di ketiak kiri. Tangan kanannya memegang kotak P3K lusuh dari lemari panti."Sini, biar aku obatin.""Nggak usah, Selene. Cuma luka kecil—""DUDUK."Helios duduk.Selene membuka kotak P3K. Alkohol, kapas, perban. Tangannya — untuk anak seusia mereka — TELITI. Hati-hati.Alkohol menyentuh luka."SSSHH—""Tahan.""Perih...""Kalau nggak diobatin, infeksi. Kalau infeksi, nggak bisa latihan besok. Mau?""...Nggak.""Ya sudah tahan."Selene membersihkan setiap luka. Satu per satu. Perbannya dililitkan rapi — lebih rapi dari yan

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 283 — Kenangan

    Bab 283 — KenanganGelap.Helios membuka matanya. Tapi tidak ada yang berubah. Gelap. Dingin. Sunyi.Kakinya menapak sesuatu — bukan tanah. Bukan batu. Seperti air. Permukaan hitam yang beriak setiap kali dia melangkah.Hellfire di tangannya berkobar lemah. Nyala api hitam itu — satu-satunya cahaya di tempat ini."Di mana...?"Tidak ada jawaban.Helios berjalan. Satu langkah. Dua langkah. Sepuluh langkah.Semuanya sama. Gelap. Tak berujung.Ini... di dalam Raja Iblis?Lalu dia mendengarnya.Tawa anak kecil.Helios berhenti.Suara itu...Kegelapan di hadapannya BERGETAR — seperti layar yang terganggu. Lalu PECAH.Cahaya menyembur.Kenangan Pertama — LucianHalaman panti asuhan. Sore hari. Matahari hampir tenggelam.Dua anak kecil berdiri berhadapan. Memegang pedang kayu.Lucian kecil — rambut pirang, mata biru cerah, cengiran lebar — memutar pedang kayunya seperti showman."Oke Helios! Pelajaran pertama!"Helios kecil memegang pedang kayunya dengan dua tangan. Kaku. Gemetar sedikit."K

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 282 — Legenda Turun Tangan

    Bab 282 — Legenda Turun TanganEnam orang melayang di udara. Napas berat. Luka di mana-mana.Raja Iblis berdiri di tempat yang sama. Tidak bergerak satu langkah pun."Sudah?"Helios mengepalkan tinjunya. Hellfire berkobar — tapi lebih lemah dari sebelumnya. Stamina terkuras karena menjadi manusia api.Bima di punggung Blaze, mengusap darah dari sudut bibirnya. Leonidas masih berdiri — tapi sayapnya berkedip.Viper, Mantis, Crow — di punggung Blacky. Senjata mereka retak.Raja Iblis mengangkat satu tangan. Bola kegelapan terbentuk di telapaknya. Besar. Menelan cahaya di sekitarnya."Kalau sudah — mati."BRAK!Sebuah pedang raksasa menghantam bola kegelapan itu dari samping.[Heaven Splitter]Gelombang energi MEMBELAH langit — garis emas sepanjang ratusan meter memotong udara.Raja Iblis menoleh.Alaric.Jenderal terkuat umat manusia berdiri di punggung Griffin-nya. Armor emas berkilat. Pedang raksasanya masih bergetar dari tebasan barusan."Kalian sudah cukup." Suara Alaric tenang. Teg

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 281 — Gelombang Pertama

    Bab 281 — Gelombang Pertama Raja Iblis berdiri di atas tanah Aethelgard. Aura kegelapan mengalir dari tubuhnya seperti asap hidup. Matanya merah. Dingin. Menatap ke bawah seperti menatap serangga. Di belakangnya — kota Aethelgard yang tinggal puing. Tujuh titik cahaya melesat ke arahnya. Yang pertama sampai — Helios. Blacky menukik dari atas. Crow mencengkeram punggung gagak raksasa tanpa ekspresi. Helios berdiri di kepala Blacky — Hellfire membara di kedua tangan. "Crow. Sekarang." [Shadow Bind] Bayangan Crow MELEDAK — menjalar di udara, membentuk rantai hitam yang mengikat kaki Raja Iblis.Helios melemparkan rantai api hitam.[Hellfire Chain] Raja Iblis melirik ke bawah. Rantai itu bergetar. Retak. Tapi satu detik cukup. "VIPER!" Dari bawah Blacky — tiga bayangan melesat. Viper. Mantis. Crow sudah di posisi. [Triple Formation — As

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 11 Bangsawan

    Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 10 berontak

    Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   bab 9 disiplin

    Bab 9: disiplin Sambil lanjut menyapu dedaunan kering yang berguguran di halaman belakang akademi, Raka merasakan saku celananya bergetar hebat. Ia merogoh botol susu artefaknya yang kini berpendar merah muda lembut. Jendela sistem muncul secara otomatis, memuntahkan rentetan notifikasi yang mem

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 8 Keadilan

    Bab 8: keadilanDebu pertempuran telah mengendap, namun atmosfer di Aula Utama Akademi Aethelgard justru memuncak hingga ke titik didih. Di tengah ruangan yang megah itu, Raka berdiri dengan tenang meskipun kedua tangannya terborgol sihir penekan mana yang berpendar ungu gelap. Di sampingnya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status