*Sialan, apa gue ketahuan?* Rohmat menelan ludah.Rini mendekat dan berusaha melihat keluar. Ia mendorong Rohmat sedikit dan memanggil nama wanita itu, "Fani?"Fani menoleh, wanita muda yang juga merupakan tetangga Rini tersenyum tipis, "Iya Kak Rin, kenapa?"Rohmat berbisik kepada Rini, "Kamu tahu nama dia?""Iya, dia Fani, yang ngontrak di sebelah." jawab Rini tanpa menatap Rohmat, matanya terus menatap Fani. "Baru pulang, Fan?""Iya nih." pandangan Fani beralih melihat Rohmat dengan sinis, "Dia siapa Kak?"Rini merangkul lengan Rohmat yang masih basah karena keringat, "Ini pacarku, mulai sekarang dia bakal terus main ke sini."Rohmat membeku, ia refleks menatap Rini dengan raut wajah kaget.Rini hanya tersenyum, ia menggoyangkan lengan Rohmat sedikit agar Rohmat mengiyakan perkataannya.Tapi sebelum Rohmat menjawab, Fani berkata dengan nada malas, "Oh..."Raut wajah Fani terlihat datar, membuat Rini merasa gelisah. Ia pun mulai bertanya lagi, "Kamu tadi ngomong sama siapa?"Gerakan
Last Updated : 2026-05-06 Read more