"Tapi saya istrinya ... tolong pastikan dia baik-baik saja," kata Icha, suaranya bergetar, separuh jiwanya merasa ngeri melihat selang-selang medis yang mulai dipasang ke tubuh suaminya dari balik celah tirai."Kami akan melakukan yang terbaik. Silakan Anda mengurus administrasi di bagian depan terlebih dahulu," sahut perawat itu sebelum menutup tirai merah sepenuhnya, memisahkan Icha dari suaminya yang sedang bertaruh nyawa.Icha melangkah dengan lunglai menuju deretan kursi besi di ruang tunggu IGD. Suasana di sekitar tempat itu terasa begitu menekan—bau karbol yang menyengat, suara tangisan keluarga pasien lain, dan hilir mudik petugas medis berpakaian hijau. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kursi, menyandarkan kepalanya yang terasa sangat berat ke dinding semen yang dingin.Tas selempangnya didekap erat di depan dada, seolah benda itu adalah satu-satunya pelindung yang tersisa. Di dalam keheningan penantian itu, pikiran Icha berkecamuk dengan hebat, merangkai setiap kepingan kejadi
Last Updated : 2026-06-03 Read more