Sementara Noah sedang berjuang setengah mati di dalam kamar menghadapi ancaman ayahnya, di balkon luar suite hotel yang menghadap ke arah pantai malam, Vivian dan Mama Angel sedang duduk berhadapan dengan wajah yang sarat akan sisa-sisa amarah dan dendam. "Ma, kita tidak bisa diam saja!" desis Vivian, jemarinya meremas saputangan dengan sangat kencang, matanya berkilat penuh dengan kesinisan yang kian matang. "Jalang kecil itu pasti sudah mengirimkan rekaman video ke Papa Aksa. Jika kita tidak melenyapkannya di Maldives ini, begitu kita pulang ke Jakarta, kita yang akan didepak dari mansion!" Mama Angel menyesap anggur merahnya dengan gerakan yang kaku, wajah sosialitanya nampak mengerikan di bawah temaram lampu malam. "Mama tahu, Vivian. Tapi kali ini kita harus jauh lebih berhati-hati. Kecerdikan anak supir itu di luar perkiraan Mama. Dia tahu kita menggunakan mata-mata, dan dia sengaja memanfaatkan kapal patroli resor untuk menjebak kita." "Aku tidak peduli seberapa cerdik dia,
Last Updated : 2026-05-30 Read more