Kini, giliran mata Icha yang melotot sempurna karena terkejut. Gadis itu menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya, menatap Noah dengan pandangan tidak percaya sekaligus dongkol setengah mati. "Apa Anda bilang, Tuan?" cecar Icha, suaranya meninggi satu oktaf. "Saya tidak salah dengar? Anda menyuruh saya yang mengelap tubuh Anda?" Perawat wanita yang berdiri di antara mereka nampak kebingungan melihat perang saraf yang mendadak pecah di subuh hari ini. Ia menatap Icha, lalu beralih menatap Noah yang menatap istrinya dengan pandangan mata yang mengunci rapat, menuntut kepatuhan yang mutlak dari atas ranjangnya. Akhirnya, perawat itu hanya bisa mengedikkan kedua bahunya secara pasrah. "Well ... jika Tuan Wibisono lebih nyaman dibersihkan oleh istrinya sendiri, itu jauh lebih baik untuk privasi pasien," ucap perawat itu dengan senyuman canggung. "Kalau begitu, saya akan segera menyiapkan kain waslap bersih dan membawakan pergantian baskom berisi air hangat ke sini. Permisi, No
Last Updated : 2026-06-08 Read more