Mendengar celetukan spontan itu, Carmen tersenyum tipis seraya menundukkan wajahnya ke bawah. Ada perasaan hangat yang menjalar, namun di sisi lain, terselip sebuah rasa bersalah yang teramat dalam di lubuk hatinya. Hingga detik ini, Carmen menyadari bahwa dia belum bisa mengucapkan kata sayang atau cinta secara sukarela kepada Arkha. Dia sangat menghormati Arkha sebagai suaminya yang sah, pria baik yang telah menyelamatkannya dari keterpurukan, namun untuk memunculkan rasa sayang yang mendalam atau cinta yang membara, sepertinya dia memang belum merasakannya sama sekali.Di dalam hatinya yang paling dalam, Carmen terus berharap dan berdoa agar rasa cinta itu bisa segera datang dan tumbuh di hatinya, agar dia bisa seutuhnya berbahagia menjalani perannya sebagai istri Arkha.Namun, ada ketakutan besar yang membayangi pikirannya. Carmen takut, karena cintanya yang dulu teramat besar kepada Keanu, mantan suaminya dan rasa kecewanya yang luar biasa d
Read more