“Ini apa?” tanya Carmen pelan, jemarinya menerima map cokelat yang Emil sodorkan kepadanya.Suaranya terdengar hati-hati, seolah dia sudah bisa menebak isi di dalamnya, tetapi masih belum siap untuk benar-benar menghadapinya. Tangannya sedikit bergetar ketika membuka penutup map tersebut. Kertas-kertas resmi tersusun rapi di dalamnya, dengan stempel dan tanda tangan yang seolah menjadi saksi bisu dari sesuatu yang pernah dia perjuangkan mati-matian.Emil memperhatikannya tanpa menyela. Dia tahu, ini bukan sekadar dokumen. Ini adalah penutup dari sebuah bab yang menyakitkan dalam hidup adiknya.“Akta cerai kamu,” ucap Emil akhirnya, suaranya lembut namun tegas. “Mas simpan ya? Mulai kini kamu resmi bercerai dari pria brengsek itu.”Carmen tidak langsung menjawab. Matanya terpaku pada tulisan-tulisan di kertas itu, membaca setiap kata seolah ingin memastikan bahwa semuanya benar-benar nyata.Resmi. Selesai. Hubunga
Mehr lesen