Berita kematian Anita menyebar dengan sangat cepat. Abram, yang merupakan kekasih Anita, seperti mendengar petir di siang bolong mengetahui kabar kematian wanita yang sangat dicintainya. Perasaan Abram sangat hancur, terluka seperti dihujam oleh senjata tajam dari belakang. Bagaimana tidak, malam sebelum kematiannya. Mereka berdua masih sempat jalan, nongkrong di tempat makan kesukaan mereka, bercerita banyak hal; tentang masa kecil, tentang suka duka saat kuliah, bahkan candaan jika mereka sudah menikah. Namun kini cerita itu tak akan bisa diulang kembali. Anita sudah berbeda di alam yang berbeda. Abram terdiam melihat tubuh Anita terbaring kaku di ruang tamu rumah orang tuanya. Tubuhnya diselimuti kain bermotif batik warna cokelat. Semua anggota keluarganya sudah berkumpul di sana dengan isak tangis yang memilukan. Bahkan ibu Anita, Bu Sila, tak dapat menahan tangisnya hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri. "Apa yang terjadi, Pak?" Tanya Abram pada ayah Anita. Dia adalah pak Ad
Terakhir Diperbarui : 2026-04-23 Baca selengkapnya