Citra langsung masuk ke dalam ruangannya dengan rasa penasaran yang tinggi.Namun, baru saja ia membuka pintu dan menutupnya kembali, sebuah tangan kekar tiba-tiba menarik lengannya.Tubuh Citra terdorong ke daun pintu, lalu pria itu segera memepet dan menciumnya dengan rakus.“Umphh…” Citra mencoba mendorong tubuh tersebut. Namun, begitu mengenali aroma parfum yang lembut, segar, dan maskulin itu, Citra akhirnya pasrah.Ia tidak tahu kapan Alex datang. Padahal, suaminya itu bilang baru akan tiba besok. Dan bagaimana bisa pria ini tiba-tiba sudah berada di dalam ruangannya? Apa ia tidak takut akan memicu gosip?Begitu tautan bibir mereka terlepas, Citra menatap Alex dan mengelus wajah yang sangat dirindukannya itu. Itu benar-benar Alex. Tanpa ragu, Citra balas menciumnya. Untuk beberapa saat, pertemuan itu hanya diisi oleh pagutan rindu di antara keduanya.“Kapan datang? Kok tidak kabari aku?” tanya Citra begitu bibir mereka benar-benar terpisah.“Hmm, kamu pasti sibuk. Jadi, aku saja
Read more