Mag-log inSaat mengetahui pernikahannya ternyata palsu, perasaan Citra hancur. Selama ini ia hanya menjadi “istri” tanpa status. Dikhianati, dimanfaatkan, dan dipermainkan tanpa ampun. Tak ingin terus menjadi wanita bodoh, Citra memilih pergi. Dalam keterdesakannya, ia justru bertemu dengan pria dingin yang tak pernah ia bayangkan akan kembali hadir dalam hidupnya—musuh dari mantan suaminya sendiri. Sebuah tawaran tak masuk akal pun datang: pernikahan. Tanpa banyak pilihan, Citra menerimanya. Bukan hanya untuk bertahan hidup… tapi juga untuk membalas. Kali ini, ia bersumpah—orang yang pernah menghancurkannya akan menyesal telah meremehkan dirinya.
view moreAlex menggenggam erat jemari Citra saat mendengarkan penjelasan dokter di ruang konsultasi.Ketika kalimat bahasa Inggris yang dinanti-nanti itu terucap—menyatakan bahwa tes darah menunjukkan Citra positif hamil enam minggu—suasana di ruangan itu mendadak hening.“A-apa?” tanya Citra yang baru tercetus setelah beberapa detik pasca mendegar keternagan dari dokter itu.“Aku hamil?” tanya Citra lagi.Dan dokter itu tersenyum lebar dan memberi selamat untuk pasangan itu.Sedangkan, Alex malah membeku. Tatapannya terpaku pada layar monitor kecil yang memperlihatkan titik mungil di dalam rahim istrinya.Dada aktor tampan itu berdesir hebat, dipenuhi gelombang rasa haru dan kebahagiaan yang teramat sangat hingga matanya berkaca-kaca.“Sayang, kau hamil?”Tanpa peduli pada dokter dan perawat di sekitar mereka, Alex langsung menunduk dan menciumi seluruh wajah Citra dengan gairah kebahagiaan yang membuncah."Terima kasih, Sayang... Terima kasih," bisik Alex parau, menempelkan dahi mereka dengan
Kehangatan liburan di China yang begitu indah mendadak dibayangi oleh rasa tidak nyaman yang dirasakan Citra sejak pagi.Tubuhnya terasa lemas, mual yang mengocok perut terus datang berkali-kali, dan kepalanya diliputi rasa pusing yang berputar.Saat Alex bertanya dengan raut cemas, Citra memilih berkilah bahwa ia hanya terkena masuk angin biasa akibat perubahan cuaca dingin yang ekstrem.Citra tak ingin merusak kebahagiaan suaminya yang sedang begitu menikmati liburan ini.“Serius hanya masuk angin?” tanya Alex memastikan.Citra mengangguk. “Aku tidak pernah keluar negri di musim dingin, jadi sepertinya tubuhku hanya sedang menyesuaikan diri.“Mau pijit, Sayang?” Alex menawarkan.Hanya saja Citra sedikit slengekan. “Pijit yang seperti di youtube itu?”“Hah?” Alex langsung melirik istrinya itu. “Pijit apa yang kamu maksudkan?”Citra jadi terkekeh.“Kamu lihat pijit-pijit itu?” Alex mendekatkan wajahnya pada Citra yang masih terkekeh itu.“Oh, aku lupa itu di Jepang ya, bukan di China.
Alex tersenyum miring, matanya menatap lurus ke arah jalur tembok yang menanjak terjal di depan mereka."Ini tentang kisah Meng Jiangnu. Di zaman Dinasti Qin, suaminya ditangkap secara paksa oleh prajurit kerajaan hanya beberapa hari setelah pernikahan mereka. Dia dibawa ke utara yang dingin ini untuk dipekerjakan sebagai buruh paksa membangun tembok raksasa."Alex menjeda kalimatnya sejenak, mengusap lengan Citra dengan lembut dan perlahan."Musim berganti musim, dan tidak pernah ada kabar dari suaminya. Meng Jiangnu yang teramat rindu dan mencintai suaminya memutuskan untuk berjalan kaki ribuan mil sendirian dari kampung halamannya, menembus cuaca ekstrem, hanya untuk mengantarkan baju hangat yang ia jahit sendiri untuk sang suami.""Lalu? Apakah mereka bertemu?" tanya Citra, larut dalam intonasi suara Alex yang begitu piawai bercerita."Tidak," sahut Alex pelan, ada nada melankolis dalam suaranya. "Begitu sampai di sini, Meng Jiangnu mendapati kenyataan pahit bahwa suaminya sudah m
Setelah badai gairah di atas sofa mereda, menyisakan napas yang masih terengah, Citra menyandarkan kepalanya di dada bidang Alex.Televisi di depan mereka masih menyala, menampilkan transisi teks film yang baru saja usai.Suasana hati Alex sedang berada di titik terbaiknya, berkali-kali ia mengecup puncak kepala Citra dengan puas.Dan Citra tahu, ini adalah waktu yang paling tepat untuk bicara."Sayangku…" panggil Citra dengan mesra.Alex menatap Citra dengan senyuman tipis yang hangat. “Ada apa, Sayang?”"Uhm. Tadi siang, Om Wirya datang ke ruang kerjaku." Citra mulai membahasnya perlahan.Gerakan tangan Alex di bahu Citra seketika terhenti. Hening. Baru kemudian Alex menarik napas dalam, mencoba menyembunyikan sebalnya.Ia baru saja disenangkan dengan luar biasa oleh istrinya, sehingga ia tidak tega jika harus langsung meledak marah.Namun, ia tidak bisa menyembunyikan rasa herannya. Mengapa masalah ini harus berputar-putar lagi? Bukankah Citra sudah sepakat untuk melanjutkan gugat
Hari sudah mulai pagi. Hampir sepanjang perjalanan mereka tak mengobrol. Alex fokus menyetir, sementara Citra sudah tampak begitu lelah.Ia terkantuk dan tidur bersandar di jok. Alex tak mengusiknya.Sesampainya di Bogor, udara dingin menyambut mereka. Hamparan kebun teh yang masih berkabut terbent
“A-apa yang kau lakukan padaku?” tanya Citra serak. Suaranya habis karena tak berhenti menangis sejak sehari yang lalu.Kini ia menatap pria itu dengan sisa-sisa kerapuhan dalam dirinya. Seolah tidak cukupkah penderitaan yang sudah dialaminya kemarin, hingga saat ini ia juga harus bertemu dengan pri
Melihat sang putri menangis sampai gemetar dan sesenggukan seperti itu, Fadil tak jadi mengetuk pintu kamarnya. Pria 55 tahun itu duduk di ruang tengah dan bertanya-tanya, "Apa yang terjadi pada putriku? Kenapa datang-datang malah terisak?"Ia hanya ingin menanyakan kepada menantunya, kenapa putri
“Pengajuan kredit Anda ditolak, Bu.”CS Bank itu mendorong dokumen pribadi yang diajukan Citra.“Kenapa?” Citra meminta penjelasan.“Surat-surat pendukung yang Anda lampirkan palsu.”Deg.Citra membeku.Bahkan setelah ia mengulangnya beberapa kali di otak, kalimat yang diucapkan petugas di hadapanny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore