Begitu Wirya pamit meninggalkan ruangannya, Citra kembali menarik napas dalam-dalam, mencoba fokus pada tumpukan berkas di hadapannya.Tak berselang lama, ponsel di atas meja kerjanya bergetar. Nama Alex berkedip di layar.“Halo, Sayang,” sapa Citra lembut.“Halo, Sayang. Kamu sudah bisa dijemput belum? Aku sudah selesai di kantor dan sekarang sudah di apartemen,” ujar Alex dari seberang telepon.Citra melirik tumpukan map di mejanya lalu mendesah pelan. “Aku masih ada sedikit kerjaan, nih. Setelah libur hampir seminggu kemarin, ada banyak hal yang harus aku pelajari lagi, terutama laporan keuangan bulanan.”“Ya sudah, kalau pekerjaanmu sudah selesai, kabari aku ya. Nanti langsung aku jemput,” sahut Alex penuh perhatian.Citra tidak menolak tawaran suaminya. “Baik, Sayang. Aku selesaikan pekerjaanku dulu. Oh ya, satu lagi, Sayang!”Alex mendengarkan, “Apa, Sayang?” “Kamu tidak usah masak apa-apa untuk makan malam nanti, ya. Aku tadi sudah memesan makanan dari temanku. Sebentar lagi
Read more