Begitu sampai di rumah, Sofia sudah menunggu mereka sejak tadi. Di sana sudah berdiri seorang pria yang belum bisa dibilang tua. Begitu melihat Alex masuk, pria itu segera menundukkan kepala dengan hormat. “Mas Alex…” sapanya sopan. Alex yang mengenal pria itu sebagai asisten mendiang ayahnya tak membuang waktu untuk berbasa-basi. “Ada apa, Pak Teguh?” tanyanya dingin. “Lex, duduk dulu,” tegur Sofia pelan. Ia tahu betul cucunya selalu memasang wajah tak bersahabat setiap kali pria itu datang menemui mereka. Namun Alex malah menoleh pada neneknya. “Nek, bisa tolong tinggalin kami?” Nada suaranya terdengar datar, tapi cukup jelas. Tatapannya lalu beralih pada Citra, memberi kode agar wanita itu ikut masuk ke dalam saja bersama Sofia. “Mari, Nek,” ujar Citra lembut sambil menggandeng lengan Sofia agar suasana tidak makin canggung. Namun Sofia justru menahan tangan Citra. “Kalau enggak capek, temani Nenek ngobrol di taman belakang, ya?” pintanya hangat. Citra langsung menga
Read more