Axelo memilih sebuah kafe yang lokasinya terbilang cukup jauh dari area lingkungan kampus. Namun, begitu mereka sampai, pilihan tempatnya terbukti sangat luar biasa. Kafe tersebut mengusung gaya estetika retro yang hangat, dengan letak bangunan yang persis berada di tepi jembatan kota. Dengan kata lain, salah satu sisi kafe yang berdinding kaca transparan itu menyajikan pemandangan spektakuler berupa hamparan sungai jernih yang airnya mengalir deras di bawah terpaan sinar sore.Sesuai dengan agenda awal mereka, begitu berhasil mendapatkan meja kosong yang nyaman di sudut ruangan, berbagai peralatan belajar langsung dikeluarkan dari dalam tas. Untungnya, permukaan meja kayu tempat mereka duduk cukup lebar dan lapang, sehingga mereka bisa leluasa menata MacBook, buku-buku referensi tebal, buku catatan, pulpen, dan barang lainnya. Tentu saja, sebelum mulai sibuk, Blaire dan Axelo sudah lebih dulu memesan beberapa menu makanan ringan dan minuman hangat.Seharusnya, agenda
Read more