“Guys,” panggil Blaire dengan nada suara yang dibuat se-kasual mungkin, berhasil membuat langkah kaki teman-temannya terhenti secara serempak di dekat pintu keluar lobi.“Ada apa, Blaire?” tanya Evelyn sambil menoleh.“Aku... sepertinya aku tidak bisa pulang bersama kalian. Lebih tepatnya, ada yang sudah datang menjemputku di luar,” kata Blaire, mencoba tersenyum wajar.“Hah? Apa? Ada pangeran tampan berkuda putih yang datang menjemputmu di tengah malam buta begini?” Sheesy, yang bicaranya sudah melantur karena pengaruh alkohol, langsung menyahut dengan mata setengah terpejam dan senyum konyol.Evelyn dengan cepat membekap mulut Sheesy sebelum temannya itu melantur lebih jauh. Dia menatap Blaire dengan pandangan menyelidik yang penuh kekhawatiran. “Siapa yang menjemputmu sesarut ini, Blaire? Kau yakin kau akan aman pulang bersamanya?”“Dia... dia adalah sopir pribadiku,” bohong Blaire dengan lancar, meskipun otaknya sempat berputar keras selama beberapa detik untuk mencari alasan yang
続きを読む