“Blaire, kau sepertinya butuh bantuan,” ucap suara familier itu. Blaire mengenali pria itu sebagai kakkak sahabatnya. “Ayolah. Apakah kau akan pergi sebelum bersenang-senang denganku?”Blaire menggelengkan kepala, mencoba fokus. Kesadarannya nyaris menguap sepenuhnya, dan sialnya, dia mulai merasakan reaksi aneh pada tubuhnya. Rasa gerah yang mendesak, rasa haus tetapi bukan di tenggorokan.Malam ini, ia memang minum beberapa gelas alkohol untuk pesta perpisahan dirinya dan teman-temannya. Dirinya akan pindah, mengikuti sang ibu yang menikah lagi dan ingin membawanya serta. Ini bukan kali pertama ia minum minuman keras, tapi baru kali ini tubuhnya bereaksi demikian.“Tidak,” tolak Blaire. Ia mencoba menepis tangan laki-laki itu. “Lepaskan aku….”“Masih saja jual mahal.” Terdengar laki-laki itu mencemooh. Tiba-tiba ia mendorong Blaire ke dinding. “Padahal Ella sudah menaruh obat itu. Tapi kenapa kau masih menolakku, huh?”Jantung Blaire seperti berhenti berdetak. “Ella? Obat?” gumamny
Last Updated : 2026-04-24 Read more