“Ah, iya. Aku baru saja mau pesan taksi,” jawab Blaire sambil menunjukkan layar ponselnya yang menyala ke arah Axelo, memperlihatkan aplikasi transportasi daring yang tinggal menunggu ketukan tombol konfirmasi.Axelo melirik sekilas ke layar ponsel itu, lalu kembali menatap Blaire dengan binar jenaka yang perlahan berubah jadi lebih serius. “Batalkan saja. Aku yang akan mengantarmu pulang malam ini,” ucap Axelo dengan nada suara yang terdengar tegas, seolah tidak menerima bantahan.“Aku menghargai tawaranmu, Axelo, tapi aku tidak mau terus-menerus merepotkanmu,” tolak Blaire halus. Dia sengaja mundur satu langkah, memasang batasan personal agar tidak menjadi beban untuk orang lain. “Lagipula, arah rumah kita bertolak belakang, kan? Rumahmu di distrik barat, Axelo. Aku tidak mau membuatmu memutar jalan jauh-jauh malam begini.”Axelo terkekeh pelan. Dia menyandarkan sikunya di bingkai jendela mobil yang terbuka, sementara jemarinya mengetuk kemudi dengan ritme santai. “Di mana letak rep
続きを読む