Gu Qingran duduk santai di kediamannya. Setelah berhasil mengancam Lu Anxi, kini targetnya adalah mencari tahu masa lalu si pemilik tubuh asli, yang dia tidak tahu dari halamn novel yang hilang.Sampai tiba-tiba, suara kecil itu membuat Gu Qingran menolehkan wajahnya ke arah pintu. "Ibu, ibu dari mana saja?" Gu Jinyi berlari di koridor yang menghubungkan aula utama juga Paviliun Teratai, kediaman Gu Qingran. Begitu sampai, anak itu langsung memeluk pinggang ibunya dengan erat. "Ibu dari pasar, mencari daun-daunan obat, dan ginseng untuk ramuan obat." "Kenapa tidak mengajakku? Ibu tahu, belajar dengan sifu itu membosankan." Bibirnya cemberut. "Ayah juga, sejak pulang dari kediaman Kakek Gu, ayah langsung cerewet memintaku belajar musik, belajar memanah, dan belajar ilmu pedang. Aku sangat lelah, Bu." Gu Qingran terkekeh. Dia mengelus lembut kepala putranya, lalu mengajaknya masuk ke dalam kamarnya diikuti Chen Duhan di belakangnya. Begitu masuk, anak itu langsung duduk di tepi
Leer más