Kini, ruangan kerja basal hitam hanya menyisakan aku sendirian. Namun, tiba-tiba Vincent muncul kembali dari balik tirai kegelapan setelah menyelesaikan tugasnya. Suasana ruangan mendadak bergeser, dinginnya malam terasa lebih menekan, dan pendar emas di bahuku berdenyut lebih cepat saat Vincent melangkah mendekat tanpa suara. Dia berhenti tepat di hadapanku. Penguasa Orde Bayangan yang biasanya kaku dan dingin itu tiba-tiba berlutut di depan kursiku, bukan sebagai pelayan yang patuh, melainkan sebagai seorang pria yang terobsesi pada sebuah misteri besar yang kini berada di depannya. Tangannya yang sedingin es merayap naik, mencengkeram pergelangan kakiku yang telanjang dengan pegangan yang erat, posesif, dan tidak mengizinkanku untuk menjauh. "Vincent, sayang... apa yang sedang kau lakukan, hmm?" tanyaku dengan nada merayu yang teramat seksi, sama sekali tidak berniat menarik kakiku dari genggamannya. Aku justru memi
اقرأ المزيد