LOGINSetelah kecelakaan tragis, Celestine Montclair terbangun dalam tubuh Lavinia Whitmore. Seorang villainess yang ditakdirkan mati di tangan Duke Alaric Montague. Dengan bantuan sistem misterius, ia harus menyelesaikan berbagai misi. Namun, kutukan keluarga yang membangkitkan gairah tak terkendali serta intrik Clarissa Beaumont yang manipulatif membuat segalanya semakin rumit. Ketika alur cerita mulai berubah dan para tokoh berbalik arah, mampukah Lavinia menulis ulang takdirnya sebelum pelukan terakhir benar-benar menjadi akhir? Area 21+ dan HAREM yang belum cukup umur enggak usah baca dan jangan dilaporkan. Kalo mau author sering update vote! dan komen juga! DILARANG PLAGIAT, KALO MAU BACA TINGGAL BACA KALO ENGGAK SUKA ENGGAK USAH MENINGGALKAN JEJAK LANGSUNG ENGGAK USAH BACA AJA.
View MoreLavinia merasakan kehangatan yang luar biasa menjalar di hatinya. Kekaisaran Blackwood saat ini sedang berada dalam masa kejayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Stabilitas politik daratan terjaga sempurna berkat penyatuan elemen mereka berempat. Namun di luar sana, dalam buku-buku sejarah kuno yang kaku, mereka mungkin akan diingat sebagai para penguasa yang tidak konvensional karena tidak memiliki selir asing, yang menikah dalam upacara melingkar kontroversial, dan yang memilih hidup di pengasingan mewah. Tapi bagi Lavinia, ini adalah kemenangan mutlak atas hidupnya. Ia tidak lagi menjadi subjek dari program Sistem mekanis yang dingin. Ia adalah tokoh utama dari jalan hidupnya sendiri. Tiba-tiba, suara ketukan pelan terdengar di pintu ruang makan. Itu adalah pelayan pribadi yang paling mereka percaya, tampak sedikit ragu menghadapi atmosfer intim para tuannya. "Yang Mulia... ada p
Cahaya matahari menyelinap masuk melalui celah gorden sutra di kamar utama Sanctum Blackwood. Ruangan itu besar, hangat, dan dipenuhi dengan aroma kayu gaharu yang menenangkan sangat kontras dengan suasana kastel utama yang dingin dan penuh intrik politik. Di atas ranjang berukuran raksasa, Lavinia berbaring dalam posisi yang sekali lagi sangat mustahil. Kepalanya berada di pangkuan Adrian, kakinya tersampir di atas dada Alaric, dan lengannya melingkar di leher Vincent yang masih terlelap dengan seringai tipis di wajah tampannya. Tubuhnya terasa remuk, sebuah sensasi dari ‘audit’ yang sangat teliti, mendalam, dan tanpa ampun dari ketiga suaminya semalam suntuk di tempat peraduan yang baru. Namun, alih-alih merasa lelah, Lavinia justru merasa sangat hidup. Setiap jengkal kulitnya seolah memiliki memori rekaman tak kasat mata tentang bagaimana Adrian mencintainya dengan kobaran api naga, bagaimana Alaric memujanya dengan cahaya kesucian
Resepsi pernikahan setelahnya adalah puncak dari kemegahan dinasti. Aula perjamuan istana didekorasi dengan ribuan kristal yang memantulkan cahaya lilin. Hidangan-hidangan paling langka disajikan, dan musik berdansa tidak pernah berhenti sepanjang malam. Lavinia berdansa dengan Adrian, lalu berganti dengan Alaric, dan terakhir dengan Vincent, sementara tatapan posesif dan berahi tersembunyi dari ketiga pria itu tidak pernah lepas dari raga porselennya setiap detik. Di balik meja utama, Kaisar tertawa terbahak-bahak melihat ketiga pria pilar itu terus-menerus menempel ketat pada Lavinia setiap kali ada bangsawan muda yang mencoba mengajak wanita itu berdansa. "Kau punya tangan yang penuh dengan mereka, Lavinia," ujar Kaisar Alexander sambil menyesap anggur mahalnya dengan tatapan penuh konspirasi. "Tapi kulihat kau menikmati kendali atas mereka." "Mereka memang merepotkan dan terlalu protektif, Yang Mulia," jawab Lavini
Lonceng Katedral Agung Blackwood berdenting merdu, membelah keheningan pagi yang berkabut dengan dentuman yang terasa hingga ke akar-akar pohon di seluruh ibu kota. Hari ini adalah hari yang akan dicatat dalam tinta emas oleh para sejarawan selama seribu tahun ke depan. Hari di mana tiga pilar utama kekaisaran dari Putra Mahkota, Ksatria Suci, dan Pemimpin Orde Bayangan secara resmi mengikat diri pada satu wanita yang sama: Lavinia. Di dalam ruang ganti pribadi yang kini dipenuhi oleh wangi bunga lili dan dupa mahal, Lavinia berdiri tegak di depan cermin raksasa. Ia mengenakan gaun pengantin yang merupakan mahakarya perpaduan dari tiga visi yang berbeda. Bagian bodinya dibuat dari sutra putih murni yang melambangkan kesucian, sementara di sepanjang pinggang hingga menjuntai ke lantai, terdapat bordir sisik naga emas yang tampak hidup, seolah-olah naga api milik Adrian sedang melingkar memeluk raga porselennya. Di bagian
Sore itu, cakrawala di atas ibu kota kekaisaran tampak terbakar. Warna langit berubah dari jingga menjadi ungu kemerahan yang pekat, persis seperti warna mataku di cermin saat kutukan ini mulai berdenyut. Tepat ketika aku sedang menyesuaikan napas untuk menahan gejolak panas di perut ba
Di dalam kereta, aku menghela napas panjang. "Itu tadi sangat dramatis, Yang Mulia."Adrian tidak langsung menjawab. Ia menatap tangannya yang tadi memegang pinggangku, lalu menatapku dengan senyum miring yang terlihat sangat kekanakan namun berbahaya."Kamu benar-be
Tubuhku terasa seperti sedang dipanggang di atas bara api yang tak kasat mata. Setiap embusan napas yang keluar dari bibirku terasa panas, dan setiap inci kulitku mendambakan sentuhan dingin untuk meredakan gejolak ini.Kutukan Whitmore benar-benar bukan lelucon. Ini bukan sekadar n
Sinar matahari pagi menembus jendela kaca patri kediaman Whitmore, memantulkan warna-warna pelangi di atas meja rias kayuku yang mahal. Aku sudah duduk di sini selama hampir dua jam. Jika di kehidupan nyataku sebagai Celestine aku hanya punya waktu lima menit untuk memakai pelembap sebelum lari me












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.