Elvan berhenti sejenak, menatap tangan Alsya yang masih memeluk lengannya."Maaf." kata Alsya menyadari tatapan sang suami tertuju pada tangannya.Elvan tidak mengatakan apapun, dan kembali melangkahkan kakinya.Diikuti oleh Alsya yang tidak ingin tertinggal, mengingat lagi ia tidak tahu suaminya sekarang membawanya ke mana."Kita sampai." kata Elvan menghentikan langkahnya.Alsya menautkan kening, tidak jauh dari tempatnya. Berderet rapi target tembak, dan disana, diatas meja terdapat beberapa macam senjata api. Zans mengambil salah satu senjata api di atas meja itu. "Semua sudah saya isi peluru, Tuan." katanya."Bawakan lagi yang kosong." perintah Elvan."Baik, Tuan." Zans segera pergi, melewati sebuah lorong dengan pencahayaan remang-remang.Dada Alsya berdebar tidak karuan, senjata itu mengingatkannya pada perkataan Beto. Jika Elvan akan membawanya pergi ke tempat eksekusi."Jadi benar apa yang Beto katakan, kamu akan mengeksekusi aku?" Alsya memberanikan diri, meskipun dadanya s
Read more