Zans bergerak menghampiri Cessa dan menarik rambut wanita itu agar menjauh dari bos-nya. "Menyingkirlah, jika kamu masih ingin hidup." ucap dingin Zans.Tentu Cessa tidak peduli, ia sekarang beranjak dari tempatnya lalu meraih tangan Elvan."Aku tahu, tidak semudah itu kamu melupakanku, Elvan. Hari-hari yang kita lalui, malam-malam indah yang pernah kita rajut. Aku tahu, semua itu masih kamu ingat." Cessa coba mengingatkan Elvan tentang masa lalunya.Elvan akhirnya menatap pada Cessa, senyum sinis menghiasi wajahnya. Tanpa mengatakan apapun, Elvan melepas tangan Cessa, lalu melangkahkan kakinya.Cessa ingin mengikuti Elvan, tapi satu tangannya segera di tahan oleh Zans."Lepas, Zans!" Teriak Cessa."Sampah, bagi Tuan. Kamu ini hanya sampah!" Ucap Zans kejam."Jaga bicaramu Zans, wanita yang kamu bilang sampah ini. Wanita yang bisa membuat Tuan-mu itu mendesah diatas tempat tidur, paham!""Dan kamu pikir, itu akan menjadi hal yang spesial? Tidak!" tegas Zans. "Sekali tunjuk, Tuan bisa
Read more