"Ma, Pa, Nia permisi keluar sebentar ya. Ada telepon penting dari teman sekelas soal tugas kuliah," dusta Dania dengan senyum panik yang kentara.Tanpa menunggu jawaban orang tuanya, Dania setengah berlari keluar dari ruang rawat. Ia mencari sudut koridor yang paling sepi, di dekat tangga darurat yang jarang dilewati orang.Setelah memastikan posisinya aman, ia menarik napas dalam-dalam sekuat tenaga, memukul dadanya pelan, lalu berdehem berkali-kali untuk menurunkan pita suaranya ke frekuensi yang serak, berat, dan sedikit malas. Frekuensi khas milik Danie.Ia menggeser tombol hijau. "Halo?" ucapnya pelan, berusaha terdengar sedatar mungkin."Kapan kamu balik ke asrama?" tanya suara di seberang sana tanpa basa-basi.Suara Gathan terdengar sangat tegas, dengan latar belakang suara decitan sepatu dan pantulan bola basket yang menggema. Pria itu jelas sedang berada di dalam gor olahraga kampus.Dania menggigit bibir dalamnya, mencoba tetap tenang. "Aku masih ad
Read more