LOGINDania tidak pernah berniat menjadi “Danie”, tapi kesalahan sistem membuatnya terdaftar sebagai mahasiswa laki-laki. Ia hanya perlu bertahan satu semester di asrama pria agar beasiswanya selamat. Dengan rambut yang dipangkas pendek dan identitas baru, Dania masuk ke dunia yang seharusnya tak pernah ia pijak. Namun, Gathan, teman sekamarnya membuat segalanya menjadi sulit. Gathan yang dingin perlahan mulai meruntuhkan tembok pertahanan Dania. Di tengah riuhnya kehidupan asrama dan risiko penyamaran yang bisa terbongkar kapan saja. Dania terjebak dalam dilema besar. Bagaimana jika Gathan menemukan rahasianya? Atau lebih buruk lagi, bagaimana jika Dania ternyata jatuh cinta padanya?
View MorePria itu berdiri di sana, masih mengenakan jaket olahraga tim basketnya dengan tudung yang sengaja ditarik untuk menutupi rambutnya yang acak-akan. Napas Gathan tampak sedikit memburu, seolah-olah ia baru saja berlari cepat melintasi kompleks kampus yang luas dari gedung olahraga menuju fakultas bahasa hanya untuk mencari Dania.Wajahnya terlihat luar biasa tegang, dan matanya yang tajam langsung memindai tubuh Dania dari ujung kepala hingga ujung kaki, memastikan bahwa juniornya itu tidak kurang satu apa pun."Gathan? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Dania setengah berbisik, matanya melirik cemas ke arah mahasiswa lain yang berjalan melewati mereka di koridor. "Bukannya kamu masih ada jadwal rapat evaluasi tim dengan Pelatih?"Gathan tidak langsung menjawab. Ia melepaskan cengkeramannya di lengan Dania, tapi matanya tetap menatap tajam. Mengunci pergerakan gadis di hadapannya."Aku sudah bilang padamu semalam, Danie. Jangan pergi ke mana-mana sendirian.""Aku kan cuma pergi ke kelas k
Sebelum Dania sempat memikirkan jawaban untuk menyelamatkan diri dari jebakan pertanyaan Revan, sebuah hantaman keras terdengar dari arah lapangan tengah.Brakkk!Bola basket melesat dengan kecepatan tinggi, menghantam papan pembatas di dekat meja dengan suara dentuman nyaring. Bola itu mamantul liar ke lantai, memotong pembicaraan antara Revan dan Dania secara paksa.Beberapa mahasiswa di tepi lapangan bahkan sampai tersentak kaget. Gathan berjalan mendekat dengan langkah tegap dan mengintimidasi. Napasnya memburu berat, dengan keringat yang membanjiri seluruh jersi hitam tanpa lengannya.Otot-otot tubuhnya tampak berkilat di bawah lampu aula olahraga. Sorot mata elangnya berkilat penuh permusuhan dan kemarahan yang tertahan saat melihat posisi Revan terlalu dekat, condong ke arah Dania."Revan, waktu istirahatmu sudah habis lima menit yang lalu," desis Gathan. Suaranya terdengar seperti geraman rendah seorang alfa yang wilayah kekuasaannya sedang diusik secara terang-terangan. "Kemb
Gathan yang baru saja hendak melangkah menuju tempat tidurnya seketika menghentikan pergerakannya. Kalimat pendek dari Danie seolah-olah menjadi pukulan telak yang menyinkronkan rasa takut di dalam kepalanya dengan realitas di depan mata.Pria itu membalikkan tubuh dengan cepat. Matanya yang tajam langsung mengunci sosok Danie yang kini terduduk lesu di pinggiran ranjang bawah. Ia memperhatikan detail penampilan juniornya itu. Napas yang masih tersengal, keringat dingin membasahi pelipis, dan kedua tangan meremas lututnya sendiri dengan erat."Diikuti?" Gathan mengulang kata itu dengan nada yang sangat rendah, hampir menyerupai bisikan berbahaya.Ia berjalan mendekat, memperkecil jarak di antara mereka hingga bayangan tubuh tegapnya menenggelamkan sosok Danie yang rapuh. "Siapa? Sejak kapan?"Dania mendongak, sedikit terkejut dengan reaksi Gathan yang terkesan sangat intens, jauh lebih agresif daripada biasanya."A-aku tidak tahu pastinya. Sejak aku naik bus kota
Di kamar 302, Gathan sedang sendirian. Buku teks kuliahnya terbuka di atas meja, tapi fokusnya sama sekali tidak berada di sana.Biasanya, jam segini Danie sudah kembali dari kegiatannya, entah itu mengeluh panjang lebar karena ototnya yang pegal akibat latihan fisik, atau ribut sendiri mondar-mandir mencari catatan kuliah yang hilang di kolong ranjang. Namun, sore hari ini kamar terasa terlalu sunyi dan hampa.Tanpa sadar, Gathan melirik ke arah ranjang bawah yang kosong melompong. Meja belajar Danie di sudut ruangan juga tampak terlalu rapi. Tidak ada tumpukan buku yang berserakan, tidak ada botol minum yang tertinggal setengah penuh, atau barang-barang kecil yang biasa membuat matanya sakit.Pria itu mendecakkan lidahnya dengan gusar, menutup buku tebal di depannya dengan sentakan kasar."Berisik sekali kalau ada di kamar, tapi ternyata jauh lebih mengganggu kalau tidak ada," bisik Gathan dengan nada kesal yang tidak ia mengerti dari mana asalnya.Gathan mencoba mengabaikan perasaa
Aroma kayu manis yang bercampur kehangatan kemeja Gathan setidaknya berhasil meredam gemetar di tubuh Dania. Ia merapatkan kain tebal itu ke dadanya, mencoba mencari secercah rasa aman di tengah badai informasi yang siap memporak-porandakan kepalanya.Matanya terus melirik ke arah pintu ruang rawat
Dania berdiri terpaku di depan wastafel toilet, menatap pantulan wajahnya yang pucat. Jantungnya masih bertalu-talu akibat "bom" yang baru saja dilemparkan Gathan. Calon suami? Rasanya ia ingin tertawa histeris jika saja situasinya tidak sedang segetir ini.Baru saja ia hendak membuka pintu toilet,
Dania berdiri di depan pintu ruang gawat darurat yang masih tertutup rapat, lampu merah di atasnya seolah mengejek kecemasannya yang memuncak. Ia mondar-mandir tak keruan, langkah kakinya yang masih mengenakan sepatu hak tinggi kini terasa sangat menyiksa.Sesekali, Dania berhenti untuk menggigiti
Gathan mematung di tengah ruangan yang hancur itu. Pupil matanya melebar, menatap sosok gadis berambut panjang dengan dress bunga-bunga yang kini berada dalam dekapan kasar seorang pria bermasker. Pikirannya seolah tersangkut pada satu frekuensi suara yang baru saja menyerukan namanya.Suara itu me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.