"Pidato itu gampang, bisa ku hafal dalam sepuluh menit," jawab Arlon, dia melangkah maju hingga jarak mereka kembali dekat. "Kita punya masalah baru, El. Arkan mengganti rencananya," ucap Arlon, pelan. Elena langsung menaikkan sebelah alisnya, instingnya sebagai pembunuh bayaran langsung bekerja. "Apa yang dia rencanakan kali ini? Jangan bilang dia mau menghancurkan altar?" tanya Elena, dingin. "Lebih dari itu, Arkan tahu kita bakal memperketat penjagaan fisik dan memeriksa senjata bawaan para penari," ucap Arlon sambil menurunkan volume suaranya, memastikan tidak ada pelayan di sekitar yang mendengar. "Dia beralih ke racun tanpa warna, dan targetnya adalah minuman persembahan yang akan ku minum di puncak acara," lanjut Arlon, menatap dalam mata Elena. Elena terdiam sejenak, otaknya langsung berputar cepat menyusun strategi baru untuk menggagalkan rencana licik itu. "Racun tanpa warna? Berarti jenis racun cair yang larut sempurna. Pintar juga si pengecut itu," ucap Elena, mende
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-06-01 อ่านเพิ่มเติม