"Kalau begitu, kita harus memastikan dua orang itu tetap hidup sampai mereka membuka mulut di depan Raja," ucap Elena dingin, matanya berkilat penuh tekad seorang pembunuh."Bagiamana caranya?" tanya Arlon, mengerut kan kening nya.Elena tidak menjawab, dia hanya tersenyum miring, entah apa yang ada di otak kecil nya itu, Arlon tidak tahu."Kita lihat saja nanti, Pangeran," jawab Elena tersenyum miring."Huf.... Baiklah, aku ikut rencana mu saja Nyonya Pelindung," ucap Arlon, mengembuskan nafas nya."Tapi El, luka di tanganmu itu harus diobati dengan benar," ucap Arlon, mengingat luka di tangan istrinya.Elena melirik tangannya sendiri, lalu mendengus pelan."Ini cuma goresan kecil, Arlon, di Klan Bayangan, kalau luka sepele begini dibawa ke tabib, aku pasti sudah ditertawakan sampai sebulan," jawab Elena santai, berjalan ke arah meja lalu menuangkan air putih ke dalam gelas dan meneguknya hingga tandas.GlekTanpa banyak bicara, Arlon bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati
Terakhir Diperbarui : 2026-05-27 Baca selengkapnya