Pagi itu, suasana di apartemen Camelia terasa lebih sibuk dari biasanya. Kehadiran Nenek Sarah benar-benar memberi warna baru. Wanita lansia itu akhirnya bangkit dari sofa dibantu tongkatnya, sementara senyum di wajahnya sama sekali belum pudar sejak melihat Aurora dan Daven."Oh sayang, kedua anak ini benar-benar menggemaskan," ujar Sarah sambil mengelus lembut kepala Aurora. "Nenek buyut akan datang lagi, ya? Bahkan mungkin akan sering datang."Aurora langsung bertepuk tangan gembira. "Benarkah? Nenek buyut mau datang lagi?""Tentu saja," jawab Sarah diiringi tawa renyah. "Kamu mungkin malah bosan kalau Nenek terlalu sering datang."Daven, yang masih memeluk boneka dinosaurusnya, cepat-cepat menggeleng. "Tidak! Daven suka!"Camelia, yang berdiri di samping Calvin, hanya bisa tersenyum melihat kehangatan di antara mereka. Bahkan Calvin, yang sejak tadi bersandar di dekat pintu, tampak jauh lebih rileks.Kepala pelayan segera melangkah maju untuk mendampingi Sarah. "Nyonya Besar, suda
Ler mais