Bab 113Jam kerja akhirnya selesai. Satu per satu karyawan mulai keluar dari ruangan masing-masing. Suasana kantor yang sejak pagi sibuk perlahan berubah menjadi lebih lengang. Camelia baru saja keluar dari lift dengan tas kerja di bahu ketika langkahnya terhenti di area lobi.Di sana, tidak jauh dari pintu utama, Calvin berdiri bersama Ronal.Pria itu tampak rapi seperti biasa, jasnya masih sempurna, ekspresinya datar, dingin, dan sulit dibaca.Camelia tanpa sadar memperlambat langkah.Biasanya, seberapa marah pun Calvin, selalu ada sesuatu ya seperti godaan kecil, tatapan lembut, atau setidaknya satu kalimat yang memancing emosinya.Namun kali ini sama sekali tidak ada. Calvin hanya melirik sekilas. Tatapan itu kosong, formal, nyaris seperti melihat rekan kerja biasa. Lalu ia berjalan melewatinya. Tanpa menyapa. Tanpa berhenti. Tanpa satu kata pun.Langkah Calvin begitu tenang, seolah tidak ada apa-apa di antara mereka.Jantung Camelia seperti ditarik pelan. Ia berhenti di tempat, m
Read more