## Bab 119Suasana restoran yang awalnya tenang, perlahan mulai terasa menyesakkan bagi Camelia. Selama beberapa menit terakhir, matanya terus tertuju pada meja di dekat jendela. Calvin masih duduk di sana, wajahnya tampak tenang, dan sesekali ia bahkan terlihat mengobrol santai dengan Raina. Pemandangan itu mengoyak sesuatu di dalam dada Camelia hingga rasanya tak sanggup lagi ia bendung. Tangannya yang sejak tadi mencengkeram garpu, akhirnya melepaskan benda itu hingga berdenting keras di atas piring.Prang.Revan yang duduk di hadapannya langsung menatapnya dengan raut bingung. "Camelia?"Namun kali ini, Camelia tidak menjawab. Ia berdiri begitu cepat hingga kursinya bergeser sedikit ke belakang. Wajahnya menegang, napasnya memburu, dan sebelum Revan sempat mencegahnya, langkah kakinya sudah terayun lebar menuju meja Calvin.Calvin yang melihat kedatangan Camelia hanya menarik sudut bibirnya tipis, seolah ia memang sudah menantikan momen ini terjadi."Ada apa?" tanyanya tenang, bah
Ler mais