“Baiklah,” ujar Elisabeth tenang. “Karena semua orang sudah berkumpul, mari kita mulai urusan yang sebenarnya.” Ruangan perlahan menjadi lebih tenang. Para putri bangsawan kembali duduk di tempat mereka masing-masing. Meski begitu, tatapan mereka tetap tertuju pada Elowen yang masih berdiri di tengah ruangan seperti seorang terdakwa yang sedang menunggu keputusan. Elowen menundukkan kepalanya semakin dalam. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang dia tahu, tidak ada satu pun orang di ruangan ini yang berada di pihaknya. “Angkat kepalamu sedikit,” perintah Elisabeth. “Aku ingin melihat wajahmu lebih jelas lagi, pelayan.” Tubuh Elowen menegang dengan dada yang sedikit membusung. Dia menurut, perlahan dia mengangkat wajahnya yang semakin pucat. “Aku mendengar banyak hal tentangmu akhir-akhir ini,” lanjut Elisabeth sambil meletakkan cangkir tehnya. “Seorang pelayan biasa yang berhasil menarik perhatian banyak orang. Aku juga sudah melihatmu berapa kali, aku tidak meny
最後更新 : 2026-06-13 閱讀更多