“Berhenti berbicara, atau aku akan membungkam kalian dengan caraku.” Suara Aisar membuat seluruh arena kembali hening. Para bangsawan yang tadi sibuk bergunjing langsung menutup mulutnya. Bahkan beberapa di antara mereka buru-buru mengalihkan pandangan. “Kau kembali membelanya, Aisar?” tanya Adrien. Dia terkekeh sinis, lalu maju satu langkah. Sials buru-buru berdiri menghadang. “Jangan menambah keributan, Pangeran,” ujar Silas dingin. Adrien mengangkat kedua bahunya. “Baiklah. Lanjutkan saja drama rakyat jelata ini.,” katanya cuek. Disisi lain, Elowen masih berdiri di samping Aisar. Matanya memerah. Bahunya belum berhenti bergetar. “Tu-Tuan…” “Berhenti bicara, kalau suaramu masih gemetar,” ujar Aisar dia menggenggam pergelangan tangan Elowen lebih erat, lalu menarik gadis itu berdiri di belakangnya. “Minggir, Silas. Aku ingin melihat wajah mereka dengan jelas.” Silas buru-buru mundur, dan memberi ruang untuk Aisar. “Menarik sekali,” ujar Aisar pelan. “Jadi menu
最後更新 : 2026-06-08 閱讀更多