Elowen menunduk dalam. Aisar bahkan tahu kalau dia mulai melayani mereka berdua. “Maaf…” katanya lirih. “Bukan salahmu. Itu adalah pekerjaanmu,” katanya. “Tapi yang aku tidak suka, kau jadi tidak punya banyak waktu bersamaku, Elowen. Apa kau tidak ingin melihatku? Apa… apa kau tidak merindukanku?”Aisar menggigit bibirnya. Untuk pertama kalinya dia merasa segugup ini. Dia sedikit menyesal karena sudah mengikuti saran dari Silas sebelumnya.‘Tuan tahu kalau Elowen menjauh, tapi Tuan diam saja? Tuan yakin itu adalah cinta? Kalau memang itu cinta, seharusnya Tuan bertindak lebih cepat. Ingat, Tuan. Apa pun keputusan Tuan, hamba akan selalu mendukung dan berada di samping Anda.’Aisar sedikit mengulas senyum kesalnya, ketika tanpa sengaja ucapan Silas terlintas di pikirannya. ‘Sepertinya aku harus menghukum pria kaku itu setelah ini,’ pikir Aisar.Namun kekesalan itu tidak bertahan lama, tepat ketika tangan Elowen tanpa sadar terangkat, lalu menyentuh wajah tegasnya. Aisar berkedip melih
最後更新 : 2026-06-15 閱讀更多