Elowen yang sudah bersimpuh dengan tangan meremas gaunnya, berusaha mengangkat wajah. Bukan menatap lukisan itu, tapi matanya justru terpaku pada pria dia depannya. ‘Jadi dia adalah keluarga kerajaan Veloisea? Pria yang sudah membebaskanku dari ancaman malam itu adalah seorang anggota kerajaan?’“Bangunlah. Jangan bersimpuh seperti itu. Aku tidak suka melihat orang lain bersimpuh di kakiku tanpa alasan.”Elowen tersentak, lalu bangkit dengan posisi tegak dan sopan. Tanpa sadar, Elowen mengulas senyum di wajahnya. “Maafkan saya, Tuan” ucapnya pelan. “Sa … saya tidak menyangka akan bertemu Tuan, secepat ini.”Aisar melirik sekilas. Tatapannya datar, dingin, emosinya tak terbaca. Ia melirik kotak di tangan Elowen.“Berikan itu,” dia mengulurkan tangan. “Aku membutuhkan warna itu sekarang. Lukisan ini hanya membutuhkan sentuhan akhir.”Elowen maju satu langkah. Menunduk, lalu memberikan pesanan Aisar dengan tangan gemetar. “Ini, Tuan. Ini pesanan Anda.” Hening menyapa keduanya. Aisar k
آخر تحديث : 2026-04-29 اقرأ المزيد