Di dalam ruangan, keduanya masih asyik mengobrol."Juna, kamu jauh lebih kejam dari yang kukira. Dengan otak bodoh Maya, mungkin dia malah bakal senang melahirkan banyak anak buat kamu. Aku cuma takut pas dia tahu kenyataannya nanti, dia bakal hancur dan bikin ribut.""Dia punya hak apa buat ribut?"Juna memainkan buah kenari di tangannya. Mendengar itu, raut wajahnya langsung dingin."Pas waktunya melahirkan nanti, suruh dokter kasih dosis bius yang agak banyak. Begitu dia pingsan, ambil darah tali pusarnya langsung buat menyelamatkan anak Diva.""Lagi pula, memang kenapa kalau dia tahu? Perempuan yang sudah rusak kayak dia, kalau pergi dariku, emang bisa ke mana lagi?""Yang bisa dia lakukan cuma berdoa semoga satu anak saja cukup, biar dia nggak usah menderita lebih lama."Sampai di sini, dia melotot ke arah Arya."Dulu, kalau bukan karena Diva mati-matian ingin nikah sama kamu, kamu pikir aku bakal merelakannya buat kamu?""Selama bertahun-tahun ini, demi Diva, aku sudah sering ber
Read more